DetikNews
Selasa 27 Februari 2018, 20:05 WIB

Kementan Dukung Program Alternative Development Aceh Bebas Narkoba

Mega Putra Ratya - detikNews
Kementan Dukung Program Alternative Development Aceh Bebas Narkoba Pemberian secara simbolis benih cabai kepada Bupati Gayo Lues oleh Staf Ahli Menteri Pertanian. (Foto: dok. Kementan)
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) sangat mendukung program Alternatif Development. Untuk itu, Kementan telah mengalokasikan penyediaan alat mesin pertanian.

"Bantuan itu berupa traktor roda 2 sebanyak 25 unit, pompa air 10 unit, rice transplanter 5 unit, hand sprayer 50 unit, alat tanam jagung 30 unit, dan cultivator 15 unit," ujar Staf Ahli Menteri Pertanian Mukti Sardjono dalam keterangan tertulis Kementan, Selasa (27/2/2018).

Mukti ikut melakukan kegiatan tanam perdana Program Alternative Development Aceh di Gampong Agusen, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Senin (26/2/2018).

Mukti menambahkan, untuk tahun anggaran 2018, Kementerian Pertanian mengalokasikan kegiatan di Kabupaten Gayo Lues berupa tanaman pangan: jagung hibrida 2.050 hektare dan padi gogo seluas 310 hektare. Selain itu, ada tanaman perkebunan: intensifikasi kopi 200 hektare dan peremajaan kopi 400 hektare. Juga tanaman hortikultura: pengembangan cabai merah 25 hektare dan bawang putih 10 hektare.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso, Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Bupati Gayo Lues Muhammad Amru, dan lebih dari 500 wargag Gayo Lues.

Bupati Gayo Lues menyampaikan terima kasih kepada BNN dengan adanya Program Alternative Development yang dipusatkan di Gampong Agusen, Kab. Gayo Lues. Wilayah ini merupakan salah satu daerah penghasil ganja.

Saat ini ada sekitar 900 warga Gayo Lues yang ditangkap karena kasus narkotika, dan 1.800 orang yang menjadi buron.

"Kami mengusulkan kepada Kementerian Pertanian untuk memberikan bantuan pengembangan kopi arabika dan tanaman prospektif lainnya yang secara agroklimat dapat dikembangkan," kata Amru.

Dalam kesempatan tersebut, Komjen Budi Waseso menegaskan Indonesia saat ini dalam status darurat narkoba. Korban narkoba saat ini sudah kita jumpai hampir di semua lapisan masyarakat, dari orang dewasa sampai balita.

"Dampak penyalahgunaan narkoba telah merugikan bangsa dan generasi mudanya, baik kerusakan fisik, psikis, sosial, ekonomi, budaya, keamanan dan ketahanan bangsa. Untuk itu, kita menyatakan perang terhadap narkoba," tegas Budi.

Pemerintah melalui BNN telah mendesain program Alternative Development, yaitu sebuah program khusus untuk mengganti tanaman penghasil narkotika dengan tanaman pertanian. BNN juga melakukan berbagai pelatihan kepada lapisan masyarakat.

BNN saat ini sedang menyiapkan inpres sehingga program ini dapat terdukung oleh semua pihak dapat terlaksana seperti yang diharapkan. Pada acara tersebut juga dilakukan penanaman perdana kopi arabika dan pemberian secara simbolis benih cabai kepada Bupati Gayo Lues oleh Staf Ahli Menteri Pertanian.
(ega/nwy)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed