"Pendaftaran itu kan Agustus, penetapan September. Ya pasti nanti sebelum Lebaran harusnya nama sudah keluar semua," ujar Puan kepada wartawan di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (27/2/2018).
Puan mengatakan nama-nama yang dikaji jadi cawapres Jokowi dari kalangan internal dan eksternal PDIP. Ia menyebut akan ada kejutan soal nama cawapres Jokowi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Kalangan) internal juga kami kaji, eksternal juga kami kaji. Bahkan mungkin nama yang belum keluar sekarang, muncul-muncul, juga bahkan nanti akan muncul. Enam bulan ke depan banyak kejutan akan terjadi," ujar Puan.
Saat disinggung soal peluang dirinya menjadi cawapres, Puan mengaku masih berfokus bertugas sebagai Menko PMK. Lebih lanjut, Puan mengaku parpol koalisi Jokowi di Pilpres 2019 belum menyodorkan nama cawapres.
Baca juga: Jokowi Mulai Bahas Kriteria Cawapres |
"Ya silaturahmi itu kan sudah kita lakukan. Komunikasi politik juga sudah dilakukan. Tapi belum ada yang kasih nama yang akan maju sebagai cawapres dari partai tersebut untuk bisa diusulkan," sebutnya.
Dari berbagai nama yang dikaji, ada nama Jusuf Kalla. Namun peluang JK maju masih terganjal konstitusi.
"Iya, Pak JK juga masuk pengkajian tersebut. Walau kita ketahui secara UUD/konstitusi ada pembatasan jabatan. Tapi kita lihat jugalah apa juga kemudian Pak JK masih berkenan, belum pernah kita tanya," bebernya. (jor/dkp)










































