Ketum Garuda Tepis Isu Partainya akan Dibeli Seharga Rp 2 T

Aditya Mardiastuti - detikNews
Selasa, 27 Feb 2018 16:58 WIB
Ketua Umum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana. (Seysha/detikcom)
Ketua Umum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana. (Seysha/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Partai Garuda Ridha Sabana menepis kabar partainya hendak dibeli seharga Rp 2 triliun untuk kendaraan maju ke Pilpres 2019. Ridha menduga isu itu muncul untuk mengacak-acak kekompakan partainya.

"Kalau dibilang, ada yang menawar kami sampai dengan nilai Rp 2 triliun itu sulit juga dipertanggungjawabkan, dari mana. Kalau omongan gosip-gosip dari mana, siapa yang ngomong itu saya bingung juga. Saya bicara kalau dengar ya dengar, keseriusannya nggak tahu," kata Ridha saat dihubungi via telepon, Selasa (27/2/2018).

Ridha mengatakan dia bersama rekan-rekannya membangun Partai Garuda untuk meramaikan kontestasi politik di Indonesia. Bukan dengan maksud diperjualbelikan sebagai kendaraan maju Pilpres 2019.

"Partai kan bukan untuk begitu, kita kan mau mendirikan partai untuk mengambil peran dalam pembangunan di Indonesia, bukan transaksional seperti itu. Saya juga pikir kenapa begitu. Menurut saya, barang ini terlalu 'seksi' sehingga kami digangguin dengan isu macam-macam," ujarnya.


Ridha menambahkan isu soal partainya ditawar Rp 2 triliun itu muncul dari omongan pihak-pihak yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Hanya, dia prihatin isu itu bisa mengganggu konsolidasi partainya.

"Saya khawatir ini akan mengganggu, isu ini bisa mengganggu proses konsolidasi kami dengan teman-teman daerah, kami nggak mau begitu. Sementara ini kami bangun partai ini lebih kepada teman-teman di daerah dan seluruh Indonesia yang lain dalam mengambil peran di Indonesia. Nanti mereka bergejolak, dikira saya berdagang. Saya nggak mau," tegasnya. (ams/tor)