Tiga Calon Walikota Semarang Minta Pilkada Ditunda
Sabtu, 25 Jun 2005 00:38 WIB
Semarang - Meski sudah memasuki masa tenang Pilkada, bukan berarti situasi politik mereda. Di Kota Semarang, pelaksanaan Pilkada terancam. Tiga calon walikota (cawali) meminta Pilkada 26 Juni 2005 ditunda. Alasannya, sepanjang kampanye banyak terjadi kecurangan.Ketiga pasangan cawali yang meminta penundaan pelaksanaan Pilkada adalah Soediro-Musyafir, Soendoro-R Yuwanto, dan Bambang Raya-Siti Chomsiyati. Permintaan ini disampaikan dengan mendatangi DPRD dan Panwasda Kota Semarang, Jumat (24/6/2005) malam."Banyak pemilih yang terdaftar dua kali, surat suara yang telah beredar sebelum pemungutan, dan oknum pejabat yang terlibat," kata Ketua Tim Sukses Soediro-Musyafir, Prajoko Haryanto, dalam pertemuan dengan pimpinan DPRD di Ruang Serba Guna Kantor DPRD Kota Semarang, Jalan Pemuda, Semarang.Dalam pertemuan tersebut, cawali Soendoro membawa contoh surat suara yang beredar di masyarakat. Dalam surat suara itu, terdapat empat kolom calon, tapi hanya satu cawali yang ada gambarnya, yakni pasangan Sukawi Sutarip-Machfud Ali. "Ini pelecehan terhadap calon lain," tegas Soendoro.Meski hanya sebagai contoh, ia menilai seharusnya surat suara tersebut tidak beredar sebelum pemungutan suara. Sebab, contoh surat tersebut dicetak mirip dengan surat suara asli. Bedanya, logo KPU dan Pemkot ditutup dengan tinta hitam.Soendoro mengaku heran tidak adanya sanksi bagi pelanggar Pilkada. "Ada juga buku yang bergambar calon tertentu disebar di SMU-SMU. Apa ini bukan pelanggaran," tukasnya sambil mengacungkan buku bersampul biru bergambar pasangan Sukawi Sutarip-Machfud Ali.Hal yang sama juga ditemukan tim sukses Bambang Raya-Siti Chomsiyati. Salah satu anggota tim suksesnya, Wahyudi, mengaku mendapati sejumlah mahasiswa, bukan warga Kota Semarang, mempunyai kartu pemilih di kawasan Genuk, Kaligawe, Erlangga, dan Pleburan."Lurah setempat sudah menarik kartu pemilih itu. Tapi siapa bisa menjamin kalau kartu pemilih itu tidak dibagikan lagi pada saat pencoblosan," ujar Wahyudi curiga.Baik DPRD maupun Panwasda tak bisa berkomentar banyak soal pengaduan itu. Ketua Panwasda Sriyanto Saputra hanya menyatakan akan segera menindaklanjuti. "Pada prinsipnya, kami akan berusaha optimal," ujarnya diplomatis.Dalam pertemuan tersebut, DPRD sebenarnya telah mengundang semua pihak, termasuk KPU dan Pjs Walikota Semarang Saman Kadarisman. Namun keduanya tidak hadir. Pihak KPUD beralasan sedang menangani logistik, sedangkan Saman mengaku sedang ada acara.
(sss/)











































