Dua 'Garuda' di Pemilu 2019

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 27 Feb 2018 10:17 WIB
Lambang Partai Gerindra (atas) dan Partai Garuda (bawah). (Dok Istimewa)
Lambang Partai Gerindra (atas) dan Partai Garuda (bawah). (Dok Istimewa)
Jakarta - Di Pemilu 2019, akan ada dua partai yang memiliki lambang garuda, yakni Partai Gerindra dan Partai Garuda. Apakah kondisi ini akan membelah suara Gerindra?

Ketua Umum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana membantah terafiliasi dengan Gerindra. Dia mengakui memang banyak yang menyamakan lambang partainya dengan Gerindra. Namun ia memastikan partainya bukan irisan dari partai pimpinan Prabowo Subianto itu.

"Banyak kok yang lambangnya burung, tadi saya bilang partai ini tidak berafiliasi dengan partai apa pun. Termasuk dihubungkan dengan Partai Gerindra. Kami adalah kami, Partai Garuda," ujar Ridha, Senin (19/2/2018).


"Saya kira lambang kita ini kekinian, kalau ada yang mengaitkan dengan lambang tertentu, saya kira banyak kok partai yang lambangnya mirip," imbuhnya.

Ridha mengakui memang sempat menjadi kader Gerindra saat menjadi caleg di Pemilu 2014. Namun dia akhirnya keluar dan membuat partai baru.

"Saya pribadi pernah caleg dari Gerindra. Itu tidak terbantahkan, tapi saya tidak pernah jadi pengurus," tutur adik Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria ini.

Dia juga memastikan memiliki basis pemilih yang berbeda dengan Gerindra. Ridha menyatakan telah mengujinya.


"Beda (basis pemilih). Kita sudah menguji, sudah rekrutmen anggota dan pengurus. Kita punya basis sendiri," tegasnya.

Meski bersaudara dengan Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria, Ridha mengatakan Partai Garuda belum tentu akan mendukung Prabowo Subianto sebagai capres di Pilpres 2019. Dia juga menyebut kriteria pemilih yang ditargetkan Partai Garuda.

"Ya nggak dong (pasti mendukung Prabowo), seperti yang saya bilang, dalam suatu keluarga beda keyakinan aja biasa, apalagi beda orientasi politik," tutur Ridha.


"Kami partai 'zaman now', kaum milenial pasti kita ambil, perempuan kita ambil, semua. Tapi yang paling penting pemilu adalah proses kocok ulang, semua parpol punya hak yang sama," sambungnya.

Sementara itu, Ahmad Riza Patria membantah menjadikan Garuda sebagai 'sekoci' bagi Gerindra seandainya terpuruk di Pemilu 2019. Meski begitu, dia tak membantah memiliki hubungan keluarga dengan Ridha.

"Sebenarnya, itu kan mereka buat sendiri anak-anak muda gitu lho. Bukan buatan Gerindra, bukan. Nggak ada hubungannya. Dan hampir semua pengurus itu kan bukan orang Gerindra," kata Riza saat dimintai konfirmasi, Senin (26/2).

"Memang kebetulan adik saya itu. Ya kan biasa saja, biasa. Keluarga beda partai kan boleh. Kita belum ada komunikasi khusus, dia kan partai baru," tambahnya. (elz/tor)