Pemerintah Bangun Bank Sperma Badak Jawa untuk Cegah Kepunahan

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 26 Feb 2018 16:25 WIB
Foto Dokumentasi Balai TNUK
Pandeglang - Kementerian Lingkingan Hidup dan Kehutanan (KLHK) rencananya akan melakukan bloking untuk habitat Badak Jawa di Ujung Kulon, Pandeglang. Termasuk membuat bank sperma mencegah kepunahan hewan langka ini.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Kementerian LHK Bambang Dahono Aji mengatakan, bloking ini dibangun berdasarkan program Javan Rhino Study and Conservatiuon Area (JRSCA). Bloking dilakukan di area taman nasional dan akan dibuat sanctuary (suaka) dengan target utama bank sperma.

"Jangan sampai seperti harimau Jawa dan Bali kita nggak ada bank sperma. Alam rusak, punah. Insya Allah bank sperma strategi penting," ujarnya kepada wartawan di Pandeglang, Banten, Senin (26/2/2018).

Pemerintah sendiri menargetkan bloking di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dan bank sperma selesai pada 2019. Apalagi, pada 2019 sudah ada kucuran dana sebesar Rp 18 miliar APBN. Di samping itu, rencana ini juga akan mendapat pendanaan dari luar negeri.

Kepala Balai TNUK Mamat Rahmat menambahkan, bloking di tiga zonase Ujung Kulon terdiri dari Javan Rhino Sanctuary seperti penelitian, breeding, pengamatan dan intensif manajemen. Blok kedua untuk pembuatan aktivitas badak seperti kubangan dan pengembangan makanan dan terakhir zona untuk wisata.

Di zona wisata ini menurutnya, akan ditempatkan badak yang sudah tidak produktif atau menopause agar bisa dilihat oleh wisatawan.

"Tujuan wisatanya akan kita desain untuk kanopi trail sehingga badak tidak terganggu," paparnya.

Sejauh ini, Mamat melanjutkan bloking untuk perlindungan satwa langka Badak Jawa ini dimulai dengan pembuatan pagar. Sepanjang 5,8 km dibuat pagar agar badak tidak keluar dari habitatnya. (bri/asp)