detikNews
Senin 26 Februari 2018, 15:54 WIB

TNI Tangkap Anggota Polri yang Diduga Timbun BBM di Jayapura

Audrey Santoso - detikNews
TNI Tangkap Anggota Polri yang Diduga Timbun BBM di Jayapura Foto: Ilustrasi penangkapan. (Ilustrasi: Andhika Akbaryansyah)
Jakarta - Polisi Militer Kodam (Pomdam) Cendrawasih melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang anggota Polres Jayapura, Brigadir Aris. Brigadir Aris ditangkap karena diduga menimbun dan mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM) secara ilegal.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal membenarkan OTT terhadap anggotanya itu. Kamal mengatakan saat ini Brigadir Aris sedang diperiksa oleh Propam.

"Untuk anggota Polri sedang dilakukan penanganan oleh Bidang Propam Polda Papua secara intensif," kata Kamal saat dimintai konfirmasi, Senin (26/2/2018).

OTT dilakukan di Jl Dunlop, Distrik Sentani Kabupaten Jayapura, Sabtu, 24 Februari kemarin. Barang bukti yang diamankan di antaranya satu truk kuning yang dimodifikasi menjadi truk tangki minyak, satu truk berisi drum kosong, dua mesin pompa penyedot minyak atau BBM dan 60 drum BBM ilegal yang sudah siap dijual.

Di lokasi lainnya, yang diduga menjadi tempat Brigadir Aris menimbun dan mendistribusian, Pomdam Cendrawasih juga mengamankan satu truk Colt Diesel, 67 drum minyak solar, dua mesin diesel, satu selang bening, satu selang, satu ember merek dan satu ponsel.

Kapendam Cendrawasih Kolonel M Aidi mengatakan semula pihaknya mendapat informasi adanya penimbunan BBM yang dilakukan anggota TNI. Karena itu, Pomdam Cendrawasih melakukan OTT di lokasi yang dilaporkan warga.

Setelah tiba di TKP, Pomdam mendapati dugaan penimbunan dan distribusi ilegal itu dilakukan oleh seorang polisi.

"Bahwa kodam mendapatkan laporan dari masyarakat adanya keterlibatan anggota TNI melakukan tindakan penimbunan BBM. Lalu ditindaklanjuti oleh Pomdam. Namun pada saat datang ternyata informasi anggota TNI itu dilakukan oleh anggota Polri," jelas Aidi saat dihubungi terpisah.

Aidi mengatakan kasus ini sudah diserahkan ke kepolisian untuk penanganan lebih lanjut. Pihaknya hanya membantu kepolisian.

"Sehingga setelah dilakukan penangkapan, kita sepenuhnya serahkan ke Polri. Jadi kita membantu Polri untuk melakukan penegakan disiplin kepada anggota. Jadi tidak ada unsur Kodam mengintai Polri, tapi awalnya info masyarakat itu yang melakukan anggota TNI," terang Aidi.
(aud/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com