Demo Penyegelan Hotel Gumaya Semarang Nyaris Bentrok
Jumat, 24 Jun 2005 16:34 WIB
Semarang -
Merasa lahannya kecaplok pembagunan Hotel Gumaya Palace, ratusan warga Kelurahan Jayenggaten, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, berunjuk rasa, Jumat (24/6/2005). Aksi yang berujung pada penyegelan itu nyaris bentrok.Dalam aksi yang didukung penuh sejumlah aktivis mahasiswa dan LBH Semarang itu, warga kelihatan sangat emosional. Mereka sudah menguasai lokasi proyek yang berada di Jl Gajah Mada sejak pukul 13.00 WIB.Tak hanya itu, mereka juga salat Jumat di lokasi tersebut. Usai salat, mereka langsung mengepung pintu gerbangnya sambil memajang spanduk-spanduk bertuliskan "Penggusuran no, tutup Gumaya yes", "Jika Gumaya dibangun warga berontak", dan lain-lain.Korlap M Subagyo menyatakan, pembangunan Hotel Gumaya Palace milik Hendra Sugiarta sangat mengganggu warga sekitar. Mulai dari masalah lahan hingga dampak lingkungan. Karenanya, mereka meminta pembagunan hotel Gumaya dihentikan.Lelaki yang terhitung renta dan mengenakan rompi anti peluru itu tampak bersemangat membakar semangat warga lainnya. Beberapa kali ia mampu membuat warga nekat mau masuk ke lokasi proyek yang ditutupi seng itu. Apalagi ketika sejumlah aktivis mahasiswa ikut berorasi, situasi kian panas.Beberapa kali warga terlibat aksi dorong dengan aparat kepolisian. Sejumlah warga lainnya menempel kertas putih bertuliskan "Proyek hotel disegel warga Jayenggaten" di seng-seng penutup lokasi proyek.Di sela-sela aksi tersebut, terjadi keributan ketika Pimpinan Proyek bernama Heri tiba-tiba berlarian karena dikejar-kejar warga. Tak diketahui dengan pasti masalahnya. Yang jelas, Heri langsung dilindungi sejumlah aparat kepolisian yang menjaga aksi."Dia tadi ngomong apa gitu lo, Mas. Mungkin warga emosinya sedang tinggi, sehingga langsung mendatangi Heri. Heri lari terus dikejar warga sebelumnya akhirnya diamankan polisi," tutur seorang warga setempat yang tak mau disebutkan namanya.Aksi berakhir sekitar pukul 13.40 WIB. Dengan dipimpin salah satu aktivis mahasiswa, warga kembali ke kampung yang jaraknya hanya beberapa meter dari lokasi proyek. Setelah situasi terlihat sepi, polisi dengan cepat menyuruh keluar puluhan pekerja yang tadinya terkepung oleh warga.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































