Pertama di Indonesia, Badak Jawa Terekam Sedang Kawin di Alam Liar

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 26 Feb 2018 11:45 WIB
Foto: BBC Magazine
Serang - Sebanyak 67 ekor badak Jawa ditemukan selama monitoring di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) pada 2017. Sebanyak 13 ekor di antaranya masuk kelas umur anak-anak, dengan jumlah 7 jantan dan 6 betina.

Ada sekitar 100 kamera video trap yang ditempatkan di semenanjung Ujung Kulon. Sepanjang 2017, terekam 736 klip video badak Jawa dengan identifikasi 57 ekor. Sedangkan 10 badak yang terekam di tahun sebelumnya ada kemungkinan pindah jalur di luar pengamatan kamera.

"Hasil pemantauan lapangan tim monitoring, tidak ada tanda-tanda kematian badak Jawa," kata Kepala Balai TNUK Mamat Rahmat dalam rilis hasil monitoring badak Jawa pada 2017, Pandeglang, Senin (26/2/2018).

Mamat mengatakan 67 ekor badak di TNUK itu dengan komposisi 37 jantan dan 30 betina. Tiga belas di antaranya masih dalam umur anak.

"Ditemukan klip video badak Jawa dalam jumlah besar menunjukkan populasi badak di TNUK masih mengalami perkembangbiakan dengan baik," katanya.

Mamat menambahkan, semenjak digunakannya kamera video trap dalam monitoring badak, setiap tahun ada peningkatan jumlah laporan habitat yang cenderung menutup diri ini. Pada 2012, ditemukan 51 ekor, pada 2013 sebanyak 58 ekor, pada 2014 sebanyak 57 ekor, dan pada 2015 sebanyak 63 ekor.

Pada 2017, pihak balai berhasil merekam badak Jawa yang sedang kawin di alam liar. Rekaman ini, menurutnya, pertama kali terekam di Indonesia. Apalagi badak Jawa dikenal sebagai hewan yang sangat soliter dan sulit ditemui.

"Kami berhasil merekam badak Jawa sedang kawin, ini hanya ada di Indonesia, di alam baru pertama kali terekam," ujarnya. (bri/asp)