Dua Mahasiswa Papua Masuk Tahanan Polres Jakpus

Dua Mahasiswa Papua Masuk Tahanan Polres Jakpus

- detikNews
Jumat, 24 Jun 2005 15:53 WIB
Jakarta - Aksi brutal yang dilakukan mahasiswa Papua di Gedung Depdagri memakan tumbal. Setidaknya dua orang mahasiswa harus rela mendekam di tahanan Polres Jakarta Pusat. Kedua mahasiswa itu adalah Kusawek Emanuel Siep dan Victor Kogaya. "Ketika saya tunjuk, mereka langsung mengaku," kata Pamdal Gedung Depdagri HM Dalmanik di kantornya, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (24/6/2005).Kedua mahasiswa itu langsung diciduk Polres Jakpus setelah terjadi insiden penendangan kaca gedung Depdagri. Sedangkan teman-temannya masih diperbolehkan bertahan di Depdagri. Meski harus menunggu lama, puluhan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Papua se-Indonesia ini akhirnya diterima pejabat Depdagri, yakni Kepala Pusat Penerangan Ujang Sudirman.Namun, mahasiswa ini mengaku tidak puas karena tidak berhasil bertemu langsung Mendagri M Ma'ruf yang kini tengah berada di Sukabumi, Jawa Barat. Dalam pertemuan itu, pihak Depdagri akan mengirimkan tim investigasi untuk melihat kondisi objektif di Papua. Langkah Depdagri ini sebagai respons tuntutan mahasiswa Papua yang sudah dua hari terakhir ini berdemo di tempat itu."Hari Selasa atau Rabu akan kita kirim tim dari Irjen," kata Ujang. Sayangnya, mahasiswa tetap tidak puas dengan upaya Depdagri meski Ujang terus meyakinkan bahwa pihaknya akan menyampaikan masalah ini kepada Mendagri.Mereka mengancam kalau tuntutannya tidak dipenuhi maka aksi demo akan berlanjut ke Istana Merdeka dengan jumlah yang lebih besar lagi.Selain itu, mereka juga menuntut dalam pembentukan tim investigatif tersebut melibatkan mahasiswa Papua dan memberikan tenggang waktu bagi masa tugas tim itu.Namun, Ujang tidak dapat memberikan kepastian, apakah pihaknya akan memenuhi tuntutan itu atau tidak. Dia masih akan menyampaikan dan mendiskusikan hal ini kepada menteri atau dirjen. "Mohon percaya kepada pemerintah bahwa menteri juga sangat-sangat berkeinginan menyelesaikan masalah ini meski kendalanya sangat besar," tutur Ujang.Setelah diberi penjelasan oleh Ujang, salah seorang mahasiswi sambil menangis sesenggukan menceritakan kondisi di Papua. "Bagaimana perasaan Bapak kalau istri Bapak ingin melahirkan tapi tidak ada dokter. Anak-anak tidak ada yang sekolah," tuturnya.Diserbu Demo LagiBelum lagi urusan mahasiswa Papua selesai ditangani, Gedung Depdagri kembali diserbu pendemo dari Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR). Massa yang berjumlah 40-an orang ini menuntut pemerintah mengusut banyaknya warga yang kehilangan hak pilih dalam Pilkada 2005.JPPR menilai hal ini buntut dari buruknya administrasi pendataan ulang pemilih dan pendaftaran pemilih oleh Depdagri. Mereka juga menduga telah terjadi upaya-upaya sistematis yang dilakukan untuk kepentingan pihak tertentu yang ikut kontes dalam pilkada. Aksi yang berlangsung selama 30 menit ini berjalan damai. (umi/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini