Wapres: Teguran Itu Sanksi Buat Gubernur Lemhannas
Jumat, 24 Jun 2005 15:12 WIB
Jakarta -
Gara-gara meminta perundingan RI-GAM distop, Gubernur Lemhannas Ermaya Suradinata kena tegur Wapres Jusuf Kalla. Kalla menilai tegurannya itu adalah hal yang wajar. Dia mengaku wajib meluruskan kesalahan bawahannya."Teguran itu sanksi," tegas Kalla di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (24/6/2005). Kalla menegur Ermaya pada Selasa, 21 Juni lalu.Kalla menandaskan, secara prinsip Lemhannas adalah lembaga pemerintah. "Semua lembaga pemerintah harus menjalankan kebijakan pemerintah, sehingga sangat tidak wajar jika kepala dari sebuah lembaga pemerintah menentang kebijakan presiden secara terbuka," ungkap Kalla. Ermaya, menurut Kalla, mengaku desakan yang disampaikannya dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR, Senin (20/6/2005) lalu, merupakan pendapat pribadi. "Saya tanyakan, ini kajian Lemhannas atau bukan. Dia bilang tidak ada kajian. Lalu, saya tanyakan, jadi ini pendapat pribadi saudara. Ternyata, pendapat pribadi dan tidak ada kajian. Lalu, saya katakan saudara tidak boleh berbuat begitu," ungkap Kalla.Lebih lanjut, Kalla kembali menegaskan sebagai kepala lembaga pemerintah yang berada di bawah presiden, Ermaya tidak boleh menentang presiden."Jadi kalau seorang Wapres menegur kepala lembaga pemerintah. Itu apa yang salah. Justru salah, kalau saya tidak tegur," tutur Kalla.
(aan/)










































