Pesan-pesan Anies soal Pentingnya Pengaturan Barang Sisa

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Minggu, 25 Feb 2018 14:24 WIB
Foto: Gubernur DKI Anies Baswedan menghadiri acara kerja bakti di Koja. (Dokumen Kagama DKI)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri kerja bakti Keluarga Alumni Gadja Mada (Kagama) DKI yang diselenggarakan di Koja, Jakarta Utara. Anies bicara soal pentingnya pengaturan barang-barang sisa.

Anies awalnya bicara soal dua kata penting dalam kegiatan kerja bakti tersebut, yaitu membersihkan dan merapikan. Menurutnya, setiap kegiatan manusia itu pasti mempunyai sisa.

"Bapak ibu semuanya warga RW 04 di Koja pagi hari ini adalah kegiatan kerja bakti membersihkan. Ada dua hal membersihkan dan merapikan. Pertama membersihkan kita tahu bahwa semua kegiatan kita sebagai manusia pasti ada sisanya. Pasti. Apapun," kata Anies dalam sambutannya seperti dalam Instastory @kagamadki, Minggu (25/2/2018).

Namun sayangnya, menurut Anies, manusia kadang tak memikirkan barang sisa tersebut. Dia kemudian mencontohkan sisa makanan yang telah dikonsumsi manusia.

"Tapi sering kali kita tidak mau memikirkan sisanya. Yang kita pikirkan yang lainnya. Makan. Pasti nanti ada sisa dikit. Bapak ibu semua kalau makan ayam saja, ada sisanya tidak? Ada. Minimal tulang. Makan ikan ada sisanya tidak? Namanya tulang. Duri-durinya. Durinya dimakan tidak? Nggak lah," ujarnya.

"Tapi sering kali yang kita pikirkan cuma cara ngatur dagingnya, cara makannya. Cuma nanti tulangnya siapa ngurus? Kucing. Bagus tuh alamiah. Tapi kalau volumenya banyak, jumlahnya banyak. Gimana?" sambungnya.

Karena itu, mengutip yang disampaikan oleh Ketua Kagama DKI Meinawarti, Anies mengatakan perlu semua pihak untuk memikirkan pengaturan tentang barang sisa. Ada tiga hal yang disampaikan Anies terkait hal tersebut.

"Nah ini dalam kehidupan kita sehari-sehari setiap menerima sesuatu, ada yang kita pakai, ada yang tidak dipakai. Nah yang tidak dipakai ini yang harus diatur di sini. Tapi yang disampaikan ibu, 3 R, reduce, reuse, recycle. Sayangnya bahasa Inggris. Artinya apa? Kurangi, reuse, dipakai ulang dan yang ketiga didaur ulang. Dikurangi, dipakai lagi atau didaur ulang," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Kagama DKI Meinarwati mengatakan program kerja bakti ini merupakan bentuk sumbangsih bagi masyarakat. Acara ini juga untuk mendukung Indonesia Bebas Sampah di tahun 2020.

"Program ini menjadi sumbangsih Kagama DKI pada masyarakat, sosialisasi ke warga menuju Indonesia Bebas Sampah di tahun 2020 sesuai program pemerintah," tuturnya.

Kerja bakti ini dimulai sekitar pukul 07.00 WIB pagi tadi. Kegiatan ini juga dibantu oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Program kerja bakti ini merupakan lanjutan kegiatan peduli sampah di CFD Jakarta. Fokus kegiatan kali ini membersihkan rumput di sepanjang rel khususnya wilayah RW 04.

(knv/idh)