30 Tahun Berlalu, Militer AS akan Kembali ke Vietnam
Jumat, 24 Jun 2005 14:41 WIB
Jakarta -
Puluhan tahun berlalu, namun Perang Vietnam tidak lekang dari ingatan. Dan kini personel militer Amerika Serikat akan datang kembali ke negeri Asia Tenggara itu. Untuk berperang lagi?Tentu tidak. Para pakar militer AS akan datang untuk melatih tentara-tentara Vietnam. Ini berdasarkan perjanjian yang diteken saat kunjungan bersejarah Perdana Menteri (PM) Vietnam Phan Van Khai ke Washington baru-baru ini.Khai merupakan pejabat paling senior Vietnam yang melawat negara adikuasa itu sejak berakhirnya Perang Vietnam, 30 tahun lampau. Sedikitnya tiga juta warga sipil dan prajurit Vietnam tewas dalam perang tersebut. Di pihak AS, sebanyak 58 ribu nyawa tentara melayang."Kami telah sepakat bahwa Vietnam akan ikut serta dalam program pelatihan militer IMET," ujar Wakil PM Vietnam Vu Khoan, yang menyertai kunjungan Khai ke Washington. IMET adalah perjanjian Pendidikan dan Pelatihan Militer Internasional atau International Military Education and Training (IMET) yang diteken oleh pemerintah AS dan Vietnam pekan ini.Para spesialis militer AS itu akan memberikan dukungan medis, teknis dan bahasa bagi Vietnam dalam program tersebut. Program internasional ini bertujuan untuk memajukan hubungan militer-ke-militer antara AS dan negara-negara lain."Pada tahap awal, kami akan menerima dukungan dalam pelatihan militer kami menyangkut bahasa Inggris, serta sejumlah staf medis dan teknis," imbuh Khoan seperti diberitakan harian Washington Times dan dilansir kantor berita AFP, Jumat (24/6/2005).Dikatakan Khoan, Vietnam dan AS melihat kerjasama ini sebagai langkah positif dalam kemajuan hubungan militer normal kedua negara. Namun ditekankannya, tidak ada keinginan untuk membicarakan pembentukan pangkalan AS di Vietnam.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































