Hukuman Cambuk Dibayangi Demo
Jumat, 24 Jun 2005 13:26 WIB
Bireuen - Hukuman cambuk di pekarangan Masjid Agung Bireuen tinggal beberapa menit lagi, Jumat (24/6/2005). Demonstrasi membayangi pelaksanaan hukuman cambuk perdana di Indonesia itu.Aksi demonstrasi itu dilakukan oleh mereka yang menolak penerapan hukuman berdasar hukum Islam itu. "Ini untuk menunjukkan solidaritas," kata Kepala Desa Lhok Awe-awe Kecamatan Kuala Moh Amin AR (45) saat dijumpai di pinggiran Bireuen.Para pendemo itu besar kemungkinan saat ini telah menyusup di dalam masjid yang saat ini tengah memperdengarkan kotbah. Jumlah pendemo ditaksir puluhan orang.Demo itu dilakukan karena para terpidana adalah orang-orang kelas bawah, yang tertangkap basah judi ribuan rupiah saja. "Padahal masih banyak pejabat-pejabat besar yang tidak dihukum," sesal Amin.Amin mengaku mendukung pelaksanaan syariat Islam. "Tapi seharusnya disosialisasikan lebih dulu. Ini tidak ada. Ditangkap, lalu diberi hukuman cambuk, " keluh Amin. Dia menambahkan, masyarakat terbelah dalam menyikapi hukuman ini. Ada yang pro dan kontra.
(nrl/)











































