DetikNews
Sabtu 24 Februari 2018, 08:49 WIB

Aksi Prajurit TNI dan Pramugari Kepresidenan Survival Santap Cobra

Ray Jordan - detikNews
Aksi Prajurit TNI dan Pramugari Kepresidenan Survival Santap Cobra Foto: dok. Pen Lanud Halim Perdanakusuma
Jakarta - Prajurit dan awak kru pesawat Landasan Udara Halim Perdanakusuma melakukan simulasi latihan Search and Rescue (SAR). Salah satu simulasi yang dilakukan yakni memakan ular untuk bertahan hidup di alam liar.

Kepala Urusan Sejarah (Kaur Jarah) Penerangan Lanud Halim Perdanakusuma, Mayor Sus Dwi Indro, mengatakan latihan survival (bertahan hidup) tersebut berlangsung di kawasan Kalijati, Subang, Jawa Barat sejak Rabu (21/2) hingga Jumat (23/2). Latihan tersebut diikuti oleh prajurit TNI, awak pesawat, pramugari dan pramugara termasuk untuk penerbangan VVIP seperti untuk penerbangan Kepresidenan dan Panglima TNI.
Aksi Prajurit TNI dan Pramugari Kepresidenan Survival Santap CobraFoto: dok. Pen Lanud Halim Perdanakusuma

Selain itu, kata Indro, pihaknya mengikutkan anggota Satpol PP, anggota BNPB, PMI dan beberapa anggota Pramuka. Mereka menjalani latihan dasar SAR agar bisa bertahan hidup di alam liar, baik di hutan lebat, di perairan di sejumlah medan berat.

"Dalam latihan survival dasar di hutan, pasukan yang sedang berusaha tetap hidup memanfaatkan bahan makanan alami di hutan," ujar Dwi Indro dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Sabtu (24/2/2018).
Aksi Prajurit TNI dan Pramugari Kepresidenan Survival Santap CobraFoto: dok. Pen Lanud Halim Perdanakusuma

Indro mencontohkan, jika kesulitan mencari air, pajurit bisa menebang batang rotan, dan dari batang itu akan keluar air yang aman untuk diminum. Cara lainnya adalah menebang pohon pisang hutan, kemudian menyisakan pokok batangnya yang nanti akan terisi air secara alami dari batang tersebut.

"Untuk mendapatkan makanan, selain bisa menangkap binatang di hutan dengan teknik menjerat, juga bisa mengumpulkan pucuk-pucuk daun muda yang aman untuk dimakan," katanya.

"Jika bisa menemukan buah nangka atau mangga matang di pohon yang tumbuh liar di hutan benar-benar merupakan rejeki nomplok bagi para pelaku survival," tambahnya.

Rezeki 'nomplok' lainnya, kata Indro, ketika prajurit yang sedang bertahan hidup menemukan ular piton atau kobra.
Aksi Prajurit TNI dan Pramugari Kepresidenan Survival Santap CobraFoto: dok. Pen Lanud Halim Perdanakusuma

"Umumnya personel TNI sudah dilatih menangkap ular secara aman termasuk cara memakannya. Ular piton sebesar lengan orang dewasa dan kobra yang terkenal ganas bisanya benar-benar menjadi bahan makanan mewah bagi pasukan TNI yang sedang melaksanakan combat survival," jelas Indro.

Indro pun menjelaskan cara menyantap ular tersebut saat sedang dalam upaya bertahan hidup. Ular dipotong dengan jarak sejengkal dari kepalanya untuk menghindari bisa ular. Darah yang mengucur diminum langsung.

"Kulitnya dilepas dengan cara menarik dari atas ke bawah, lalu dagingnya dibakar setelah itu disantap ramai-ramai," katanya.
Aksi Prajurit TNI dan Pramugari Kepresidenan Survival Santap CobraFoto: dok. Pen Lanud Halim Perdanakusuma

Namun, kata Indro, pada kenyataannya sangat sulit mendapatkan ular piton dan sejenisnya dalam latihan SAR. Oleh karena itu, para pelatih cenderung membelinya dari pelanggan yang biasanya menyediakan ular bagi TNI.

"Untuk kemudian ular piton dan kobra itu lalu dikorbankan dalam latihan survival," kata Indro.

"Semua peserta wajib, sedikit-sedikit saja yang penting makan," tambah Indro.
Aksi Prajurit TNI dan Pramugari Kepresidenan Survival Santap CobraFoto: dok. Pen Lanud Halim Perdanakusuma

(jor/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed