DetikNews
Jumat 23 Februari 2018, 18:28 WIB

Sambut Kemarau, Kapolda Kalbar: Masyarakat Jangan Bakar Hutan

Danu Damarjati - detikNews
Sambut Kemarau, Kapolda Kalbar: Masyarakat Jangan Bakar Hutan Ilustrasi kebakaran hutan (Foto: Istimewa)
Jakarta - Kalimantan Barat memasuki musim kemarau. Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono menerbitkan maklumat kepada warga agar tak melakukan pembakaran hutan.

Sebagaimana diterima detikcom, Jumat (23/2/2018), surat maklumat Kapolda Kalbar itu bernomor Mak/02/II/2018 tentang Kewajiban, Larangan, dan Sanksi Pembakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Disampaikannya lewat maklumat itu, setiap warga negara Indonesia berkewajiban menjaga flora dan fauna serta memelihara lingkungan. Saat ini wilayah Kalimantan Barat sudah memasuki musim kemarau sehingga rawan kebakaran atau pembakaran.

"Diberitahukan kepada seluruh warga masyarakat Kalbar untuk tidak melakukan pembakaran hutan, lahan, dan kebun," kata Didi.

Didi menyatakan kebakaran hutan bisa mengakibatkan kerusakan syaraf otak, menghambat kecerdasan dan pertumbuhan anak-anak, mengganggu aktivitas belajar anak di sekolah, menimbulkan penyakit infeksi saluran pernafasan akut, menghambat transportasi penerbangan dan lalu lintas darat maupun laut, serta menghambat pertumbuhan ekonomi.

Bila masih ada yang nekat membakar hutan, maka orang tersebut terancam penjara 10 tahun dan denda Rp 10.000.000.000,00.

"Bagi masyarakat yang mengetahui, melihat, dan menjadi korban Karhutla agar segera melaporkan kepada aparat kepolisian, TNI, dan instansi terkait lainnya," demikian tulis maklumat itu.

Di bagian bawah, ada tanda tangan Didi Haryono. Surat ini tertanggal 21 Februari 2018.

Sambut Kemarau, Kapolda Kalbar: Masyarakat Jangan Bakar HutanFoto: Maklumat Kapolda Kalimantan Barat (Dok Istimewa)


Dalam sambutan Rapat Koordinasi dan Forum Diskusi Polda Kalbar dengan GAPKI Kalbar, di Pontianak siang tadi, Irjen Didi mengingatkan peristiwa kebakaran hutan tahun 2015 lampau. Ada 2.724 titik api saat itu dan upaya pemadaman sia-sia saja karena api terlanjur menjalar.

Akibatnya, 504.000 orang terutama anak-anak kena infeksi saluran pernafasan akut (Ispa). 2,6 Juta hektare hutan dan lahan terbakar. Keanekaragaman hayati ikut hilang.

Secara umum, gara-gara kebakaran hutan di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan, negara rugi Rp 220 triliun. Maka untuk saat ini, Kalimantan Barat harus mengantisipasi.

"Dalam rakor ini kita bersama saling mengingatkan untuk kembali siaga dan tanggap bahwa api sudah mulai membakar lahan dan kebun di beberapa wilayah Kalimantan Barat," kata Didi.

Aktivitas pemadaman sudah dilakukan berbagai instansi, yakni polisi, TNI, Manggala Agni KLHK, hingga pemadam kebakaran swasta. Kebakaran sudah terjadi sampai melalap dua bangunan sekolah di Kabupaten Kubu Raya.



(dnu/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed