Rusak Gedung Depdagri, Puluhan Mahasiswa Papua Ditangkap

Rusak Gedung Depdagri, Puluhan Mahasiswa Papua Ditangkap

- detikNews
Jumat, 24 Jun 2005 11:15 WIB
Jakarta - Puluhan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Papua se-Indonesia kembali mendatangi kantor Depdagri. Prang!!! Tiba-tiba salah seorang mahasiswa menendang kaca gedung Depdagri hingga pecah. Polisi pun menangkapi mereka.Kedatangan BEM Papua adalah untuk mendesak Mendagri M Ma'ruf memproses secara hukum Gubernur Papua JP Solossa, Bupati Jayawijaya David Huby dan Bupati Nabire PA Youw. Ketiga pejabat itu dituduh telah melakukan korupsi."Mereka juga telah lalai melaksanakan tugas dan tidak memperhatikan rakyatnya," kata Ketua BEM Papua Yan Matuan kepada detikcom di Depdagri, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (24/6/2005).Mahasiswa berhasil masuk ke dalam kantor Depdagri karena datang satu per satu, tidak secara bergerombol. Mereka mulai berdatangan sejak pukul 06.30 WIB dengan menggunakan taksi, bus dan sepeda motor.Karena tidak kunjung ditemui oleh Ma'ruf, para mahasiswa menjadi berang dan melakukan pengrusakan terhadap gedung-gedung di Depdagri. Buntutnya, kaca salah satu gedung yang bersebelahan dengan kantor Ma'ruf itu pecah.Massa lalu berjalan ke luar menuju gerbang Depdagri. Mereka mengancam akan menghancurkan seluruh gedung jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. "Kita akan berjuang sampai mati. Kalau perlu, kita akan lempari gedung-gedung ini dengan batu," ancam Yan Matuan.Aparat kepolisian sebelumnya tidak melakukan tindakan apa pun terhadap mahasiswa. Namun, setelah mendapat perintah dari Kapolres Jakpus Kombes Pol Sukrawardi Dahlan yang baru tiba di lokasi, akhirnya mereka menangkapi seluruh mahasiswa sekitar pukul 10.00 WIB.Tidak terjadi bentrokan dalam proses penangkapan. Polisi menggiring mahasiswa ke dalam mobil tahanan dan selanjutnya membawa mereka ke Polres Jakpus, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat.Puluhan anggota BEM Papua itu sebelumnya telah melakukan aksi serupa pada Kamis (23/6/2005) pagi hari hingga sore. (fab/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini