Mahasiswa Tolak Politik Uang

Jelang Pilkada Sleman

Mahasiswa Tolak Politik Uang

- detikNews
Jumat, 24 Jun 2005 11:03 WIB
Yogyakarta - Praktek politik uang atau money politics dinilai menjadi bahaya laten dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Maka, menjelang Pilkada Sleman pada Minggu 26 Juni lusa, puluhan mahasiswa Yogyakarta menggelar aksi menolak praktek politik uang.Aksi dimulai pukul 09.00 WIB, Jumat (24/6/2005), di Bunderan Universitas Gadjah Mada (UGM), Bulaksumur, Yogyakarta. Selain massa dari BEM KM UGM, aksi juga diikuti massa BEM Unversitas Negeri Yogyakarta (UNY). Dalam orasinya, Presiden BEM KM UGM Hanta Yuda AR menegaskan sikap mahasiswa menolak praktek politik uang seperti jual beli suara. Menurut dia, menjelang coblosan pilkada Sleman diterangai ada praktek politik uang di beberapa tempat. Praktek politik uang itu dilakukan calon bupati dan calon wakil bupati pada masa tenang mulai Kamis kemarin. "Tidak hanya itu. Saat pelaksanaan kampanye kami juga melihat ada pelanggaran berupa politik uang tapi Panwas tidak berani menindak," katanya.Sementara itu Presiden BEM UNY, Jatmiko, mengatakan mahasiswa menuntut para calon agar menggunakan cara-cara yang terpuji dalam pilkada. Ia juga meminta masyarakat agar memilih calon yang bersih dan jujur. Sebab jika para calon kepala daerah melakukan kebohongan, politik uang, dan intimidasi politik maka dalam pemerintahannya mereka juga akan memakai cara-cara yang korup. "Jika kita tetap memilih calon yang melakukan politik uang sama saja kita menggadaikan Sleman kepada koruptor. Sekali lagi jangan mau dibodohi," katanya.Dari Bunderan UGM, massa kemudian bergerak ke kantor Panwasda Sleman di Jalan Merapi Tridadi, Sleman. Sebuah spanduk kain putih dengan cat merah ditempatkan di depan barisan. Spanduk itu bertuliskan, "Tolak Politik Uang Pilkada." Massa juga membawa berbagai poster. Isinya, antara lain, "Jangan Gadaikan Kabupaten Ini dengan Rupiah, Lima Tahun Taruhannya," dan "Panwas Pilkada Mana Taringmu?".Massa mendatangi kantor Panwasda Sleman untuk menyerahkan pernyataan sikapnya. Mereka meminta Panwas agar menindak secara calon yang terbukti melakukan politik uang dan intimidasi.Di kantor Panwas, rombongan mahasiwa diterima beberapa anggota Panwas Sleman Romi Habie. Kepada mahasiswa, Romi menyatakan terima kasih kepada mahasiswa yang kepedulian terhadap pelaksanaan Pilkada.Panwas berjanji akan menindaklanjuti bila ada calon yang terbukti melanggar. Selama hari tenang ini hingga menjelang coblosan hari Minggu besok, Panwas terus bekeja mengawasi bila ada pelanggaran. "Kami juga tak ingin Pilkada ini dikotori oleh praktek-praktek politik uang," katanya. (gtp/)


Berita Terkait