DetikNews
Jumat 23 Februari 2018, 11:47 WIB

Kata PDIP Soal Prediksi Jokowi Cari Cawapres Ahli Ekonomi

Haris Fadhil - detikNews
Kata PDIP Soal Prediksi Jokowi Cari Cawapres Ahli Ekonomi Presiden Jokowi. (Foto: Ari Saputra/detikcom).
Jakarta - Hasil dari survei Media Survei Nasional (Median) menyatakan 37,9 persen dari seribu responden menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak mampu mengatasi masalah ekonomi. Menurut PDIP hal itu bakal menjadi patokan menentukan langkah politik, termasuk penentuan cawapres jika partai ini jadi mengusung Jokowi di pilpres 2019.

"Survei itu kan patokan saja. Tapi intinya adalah bagaimana harapan dari rakyat itu. Partai sebelum rakernas sudah menyerap aspirasi rakyat dan itu lah yang akan kami bahas," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Prime Plaza Hotel, Denpasar, Bali, Jumat (23/2/2018).

Saat ditanyakan apakah Jokowi bakal menggandeng tokoh yang dinilai berlatar belakang ekonomi seperti Sri Mulyani, Hasto enggan menjawab secara lugas. Ia hanya menyebut siapapun yang diusung harus punya kemampuan dan keberanian membangun martabat bangsa.


"Kita kan melihat persoalan pokok bangsa ini yang nanti akan dibahas mana yang punya kemampuan untuk menggelorakan semangat berdikari, mana yang punya kemampuan," tutur Hasto.

"Memiliki keberanian dalam membangun martabat dan kehormatan bangsa melalui jalan terjal dan sulit tapi penuh keyakinan sebagai seorang pemimpin. Itu yang nanti kami akan cari," lanjutnya.

Selain soal cawapres yang berlatarbelakang ekonomi, Hasto juga ditanya soal cawapres berlatarbelakang militer dan santri, seperti yang banyak muncul dalam survei-survei. Ia hanya menjawab secara diplomatis, bahwa PDIP tidak membedakan latar belakang calon yang bakal diusung.


"Dari kriteria sudah jelas kita nggak membedakan berbagai hal tersebut karena PDIP berideologi Pancasila, semua warga negara adalah sama. Intinya bagaimana presiden dan wakil presiden satu kesatuan dan kepemimpinan yang mampu berdiri kokoh di atas 4 pilar kehidupan bangsa dan kemudian kepemimpinan yang merakyat, dan mampu membawa harapan baru bagi Indonesia ke depan," papar Hasto.

Dia mengatakan, dalam Rakernas III PDIP yang digelar pada 23-25 Februari 2018 di Hotel Grand Inna Bali Beach, Denpasar, Bali itu, tak akan dibahas soal nama calon yang diusung dalam pilpres 2019. Rakernas yang berlangsung secara tertutup ini hanya membahas hal teknis terkait pemenangan pilkada 2018, pileg dan pilpres 2019 serta sebagai konsolidasi partai jelang momen politik.

"Oh nggak (pengajuan nama calon). Jadi nanti akan dibagi ke dalam enam komisi, akan membahas berbagai hal strategis terkait pemenangan pemilu legislatif, pilkada serentak, pilpres, kemudian pola pembangunan berdikari untuk Indonesia raya dan juga langkah-langkah konsolidasi partai menghadapi tahun demokrasi untuk rakyat pada 2019 yang akan datang," tandas Hasto.
(haf/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed