Selidiki Teror ke Pemuka Agama, Komnas HAM akan Bentuk Tim Khusus

Zunita Amalia Putri - detikNews
Kamis, 22 Feb 2018 16:25 WIB
Foto: Sandrayati Moniaga (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Penyerangan terhadap pemuka agama belakangan kerap terjadi di beberapa daerah. Wakil Ketua Komnas HAM Bidang Eksternal Sandrayati Moniaga mengatakan pihaknya saat ini melakukan pemantauan untuk menemukan motif dibalik penyerangan ini dan kemungkinan membentuk tim penyelidikan.

"Kami masih sedang melakukan pemantauan, untuk itu kami juga sedang mengkaji lebih jauh dan melihat polanya," ujar Sandra kepada wartawan di Kantor Amnesty Internasional Indonesia, Jl. Probolinggo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/2/2018).

"Kita masih melihat apakah memang betul orang gila dan apakah mereka memang berdiri sendiri atau sebenarnya ada sistematis atau tidak. Jadi sedang dipelajari," lanjutnya.

Setelah mempelajari dan menemukan dugaan pelanggaran HAM berat, Komnas HAM akan membentuk tim untuk melanjutkan penyelidikan .

"Kalau mekanisme Komnas HAM kan 2 ya, apakah dia biasa atau dia menjadi pembentukan tim Ad hoc untuk dugaan pelanggaran HAM berat. Kalau HAM berat memang diawali dengan pemantauan dulu kalau berdasarkan data awal memang ada indikasi pelanggaran HAM baru dibentuk camp dan itu penyelidikan udah pro justucia, kalau gitu kami sudah harus ada pemberitahuan ke Kejaksaan," jelas Sandra.

Seperti diketahui, penganiayaan terhadap pemuka agama pertama kali terjadi pada pimpinan Ponpes Al-Hidayah KH Umar Basri (60) pada Sabtu (27/1), di dalam masjid seusai salat subuh. Umar dilarikan ke RS karena mengalami luka cukup parah.

Umar dianiaya pelaku dengan kayu. Pelaku yang bernama Asep (50) diduga kuat mengalami gangguan jiwa.

Satu kasus lainnya ialah yang dialami Ustaz Prawoto. Komandan Brigade Persis ini dianiaya Asep Maftuh hingga meninggal pada Kamis (1/2). Ustaz Prawoto dipukul di bagian kepala dengan pipa besi. Ia sempat dilarikan dulu ke RS, tapi nyawanya tak tertolong.

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/rvk)