Hal itu disampaikan sahabat Novel, Dahnil Anzar Simanjuntak, di kediaman Novel. Menurut Dahnil, sebenarnya Novel sudah ingin kembali ke Indonesia sejak November 2017, tapi dilarang dokter.
"Novel sudah lama sekali ingin berobat jalan, 'Ya sudahlah saya kembali ke Indonesia saja, kemudian nanti pas harus operasi, kemudian balik lagi ke Singapura', tapi kemudian dokter melarang karena akan ada perubahan tekanan mata. Naik pesawat itu akan mempengaruhi recovery matanya," ujar Dahnil di kediaman Novel, Jalan Deposito T8, Jakarta Utara, Kamis (22/2/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, Novel pun tidak bisa kembali ke Indonesia dan tetap menjalani perawatan di Singapura. Namun, saat kemarin dicek dokter, pertumbuhan selaput mata Novel lebih baik sehingga mendapat izin dari dokter untuk pulang ke Jakarta.
"Nah itu kemudian yang buat dia tidak bisa kembali ke Indonesia (pada November 2017). Kemarin setelah pemeriksaan hari Senin kemudian dilanjutkan hari Rabu ternyata pertumbuhannya positif sehingga dia bisa pulang kemudian untuk mempersiapkan operasi nanti di bulan April," ucap Dahnil, yang juga Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah.
"Kalau Novel nggak pake hard lens yang terjadi adalah dia nggak bisa lihat jauh, membaca juga akan kesulitan," imbuh Novel.
Saat ini Novel sudah tiba di Jakarta dan telah berada di KPK. Dia disambut pimpinan dan pegawai KPK, termasuk para mantan pimpinan KPK. (dhn/dhn)











































