DetikNews
Kamis 22 Februari 2018, 11:04 WIB

Asap Membubung, Ini Penampakan Hutan Terbakar di Riau

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Asap Membubung, Ini Penampakan Hutan Terbakar di Riau Foto: ist.
Pekanbaru - Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau sudah mencapai 600-an hektare. Inilah penampakan sejumlah kawasan terbakar di Bumi Lancang Kuning itu.

Kasus karhutla pada tahun ini kembali berulang di Riau. Meski belum sampai menimbulkan kabut asap, tim gabungan selalu siaga dalam mencegah karhutla. Kawasan paling luas terjadi kebakaran ada di Kab Meranti, Riau.
Asap Membubung, Ini Penampakan Hutan Terbakar di Riau

Lebih dari 200 hektare di kawasan gambut itu ludes terbakar. Tak hanya lahan kosong, kebun sagu milik warga dan perusahaan PT NSP juga terbakar.

Padahal wilayah yang terbakar itu kawasan percontohan Badan Restorasi Gambut (BRG). Seperti diketahui, BRG selama ini membuat percontohan dengan membangun kanal dan menempatkan sagu sebagai tanaman yang paling cocok di lahan gambut agar tidak terbakar. Tapi rupanya teori ini kurang ampuh juga.

Kawasan yang terbakar lainnya ada di Kabupaten Bengkalis. Puluhan hektare kawasan hutan di sana terbakar selama tiga hari. Beruntung, tim gabungan TNI/Polri, Manggala Agni, BPBD Riau, dan BPBD Bengkalis ditambah tim water bombing Sinarmas bisa memadamkannya.

Pantauan udara, jelas sekali asap putih membubung ke langit. Sebaran api terlihat dengan jelas menghanguskan kawasan hutan.

Kebakaran juga melanda sejumlah titik di Kota Dumai. Tim lagi-lagi berjibaku keras untuk melakukan pemadaman. Api juga muncul di Kab Pelalawan, Siak, dan Kab Rohul serta Kampar. Kondisi kebakaran yang terus meluas membuat Pemprov Riau mengambil keputusan menetapkan Siaga Darurat Karhutla.

"Sebaran titik api yang terjadi berhasil kita padamkan. Ini kerja keras semua tim yang ada," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger kepada detikcom, Kamis (22/2/2018).
Asap Membubung, Ini Penampakan Hutan Terbakar di Riau

Dengan status siaga darurat, dengan sendirinya kini terbentuk Satgas Karhutla. Hanya, satgas saat ini masih membutuhkan bantuan berupa helikopter untuk melakukan water bombing. Di samping itu, dibutuhkan pesawat untuk melakukan modifikasi cuaca.

"Inilah yang sudah kita ajukan ke BNPB untuk meminta bantuan heli untuk pemadaman lewat udara. Penambahan heli ini penting untuk menambah heli yang sudah ada di satgas. Yang ada saat ini, satgas dibantu heli perusahaan Sinarmas dan heli dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru," kata Edwar.
(cha/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed