DetikNews
Kamis 22 Februari 2018, 08:55 WIB

#NovelKembali dan Seruan untuk Tetap Berantas Korupsi

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
#NovelKembali dan Seruan untuk Tetap Berantas Korupsi Penyidik KPK Novel Baswedan (Foto: Dhani Irawan/detikcom)
Jakarta - Sepuluh bulan berlalu kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan belum menemui titik terang. Hari ini Novel pulang ke Indonesia setelah menjalani perawatan matanya di Singapura. Sejumlah tokoh pun menyerukan agar Novel tetap memberantas korupsi meski dengan kondisi 'sebelah mata'.

[Gambas:Video 20detik]


Keyakinan agar Novel tetap mengusut tuntas kasus korupsi datang dari sang istri, Rina Emilda. Perempuan yang akrab disampa Emil itu menegaskan peristiwa teror air keras tak pernah menyurutkan semangat suaminya untuk memberantas korupsi di Indonesia.

"Kejadian ini tidak membuat Pak Novel takut. Insyaallah akan bekerja seperti sedia kala," kata Emil saat dihubungi detikcom melalui pesan singkat, Senin (19/2).

Senada dengan Emil, Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjutak, mengatakan semangat Novel untuk kembali bertugas di KPK sangat besar. Semangatnya itu pula yang mengalahkan penderitannya selama ini meski teror air keras belum juga terungkap.

"Novel pulang ke Jakarta meskipun dokter menyatakan belum ada perkembangan yang signifikan terkait dengan kondisi matanya saat ini, tapi semangat Novel agaknya mengalahkan penderitaan yang harus dia tanggung selama lebih dari 10 bulan belakangan ini," ucap Dahnil kepada wartawan, Senin (19/2).

Dahnil mengatakan kembalinya Novel ke Indonesia merupakan simbol gelapnya hati nurani hukum dan aparat di Indonesia. Ini juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan kembali perlawanan terhadap korupsi.

"#NovelKembali adalah ajakan bagi rakyat Indonesia untuk menjadikan momentum kembalinya Novel sebagai momentum meninggikan kembali perlawanan terhadap korupsi," imbuh Dahnil.

Ungkapan serupa juga disampaikan oleh pimpinan KPK, Basaria Panjaitan. Dia berharap Novel bisa bekerja seperti semula di sektor pemberantasan korupsi.

"Tentu akan kembali bekerja dan kita harapkan beliau akan kembali seperti semula," kata Basaria setelah menghadiri rapat koordinasi dan supervisi program pemberantasan korupsi terintegrasi di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (21/2).

Tak hanya kolega dan pimpinan KPK, sejumlah tokoh pun menyambut bahagia kembalinya Novel ke Indonesia. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang juga pernah menjenguk Novel ke Singapura, senang bisa bertemu kembali dengan mantan perwira menengah polisi tersebut.

"Kami senang sekali bisa menyambut kembali. Semua keluarga juga senang akhirnya bisa ketemu lagi, Insyaallah kita akan bahagia sudah sampai di Jakarta lagi," kata Anies di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (20/2).

Selain Anies, Ketum PKB Muhaimin Iskandar juga berharap Novel bisa segera kembali bertugas di KPK. Bagi Muhaimin, Novel telah menjadi simbol kerasnya perlawanan terhadap korupsi.

"Tentunya ini jadi kabar baik. Kembalinya Mas Novel jadi kabar baik bagi siapa pun yang selama ini konsisten berjuang di jalan pemberantasan korupsi," ujar Cak Imin, Rabu (21/2).

Sementara itu, politikus Golkar Nusron Wahid menganggap Novel sebagai sosok yang tahan banting dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Kata Nusron, komitmen Novel tak perlu diragukan lagi.

"Saya tahu memang perjuangan pemberantasan korupsi di Indonesia itu sangat tidak mudah, dan banyak rintangan. Saudara novel sudah membuktikan, dia tahan banting dan dia bisa bertahan, dan dia bisa bertahan seperti ini, saya yakin juga, karena komitmennya dan keinginan yang kuat untuk berjihad dalam rangka pemberantasan korupsi," kata Nusron, Rabu (21/2).

Dukungan juga mengalir deras dari para seniman Indonesia. Sebut saja, aktor senior Ray Sahetapy yang meminta pelaku teror Novel segera ditangkap. Dia juga meminta bangsa Indonesia tak takut terhadap upaya teror dalam pemberantasan korupsi.

"Supaya tahu siapa di balik orang-orangnya itu. Datang aja. Bangsa ini bangsa besar, jangan takut. Datang saja, minta maaf dan tidak akan melakukan lagi. Kalau perlu menjadi pengawal dia (Novel), menjaga dia," sebut Ray di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/2).

Grup band indie Efek Rumah Kaca (ERK) juga ikut meneken petisi untuk penyelesaian kasus teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Isi petisi itu meminta negara jangan sampai 'sebelah mata' dalam mengungkap kasus itu.

Sementara itu, bagaimana progres pengusutan kasus teror air keras ke Novel?

Polri mengatakan penyidikan menunjukkan kemajuan. Kemajuan yang dimaksud adalah pemeriksaan terhadap puluhan saksi, terbitnya sketsa wajah 4 terduga pelaku, dan penyidikan gabungan dengan KPK.

"Saat ini memang kami (Polri), Polda Metro Jaya yang menangani kasus ini, sudah melangkah maju, progresnya sudah banyak. Sudah puluhan saksi yang diperiksa. Terus juga gambar sketsa wajah dibuat. Bahkan juga bersama tim KPK kita melakukan proses penyelidikan bareng," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal di kantornya, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (21/2).
(knv/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed