DetikNews
Kamis 22 Februari 2018, 00:23 WIB

Gubernur Sulut Keluhkan Gaji, Mendagri: Sampaikan ke Presiden

Mukhlis Dinillah - detikNews
Gubernur Sulut Keluhkan Gaji, Mendagri: Sampaikan ke Presiden Mendagri saat membuka rakernas APPSI. (Mukhlis Dinilah/detikcom)
Bandung - Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengeluhkan gajinya yang kecil. Mendagri Tjahjo Kumolo mempersilakan kepala daerah menyampaikan langsung kepada Presiden Jokowi.

Hal itu disampaikan Tjahjo setelah membuka Rapat Kerja Nasional III Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Soebroto, Kota Bandung, Rabu (21/2/2018) malam. Jokowi sedianya hadir dalam pembukaan, namun ditunda hingga Kamis (22/2) siang.

"Terserah besok Pak Gubernur Jabar (Ahmad Heryawan), Pak Yasin Limpo (Ketua APPSI) yang pimpin, sampaikan saja (ke Presiden)," kata Tjahjo kepada wartawan.

Tjahjo juga meminta para kepala daerah tak sekadar menyampaikan keluhan soal gaji. Permasalahan lain pun juga bisa disampaikan.

"Sampaikan juga hambatan apa di daerah, apakah ada kebijakan pusat yang mengganggu daerah, yang menghambat pertumbuhan, PAD (pendapatan asli daerah)," ia menambahkan.

Sementara itu, Ketua APPSI yang juga Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo enggan memberikan komentar soal keluhan gaji. Ia menegaskan, rakernas APPSI kali ini hanya berfokus pada peningkatan perdagangan antardaerah.

"Kita terfokus dalam rakernas ini khusus perdagangan, kekuatan antardaerah saja. Saya kira kita tidak dalam konteks itu (gaji kecil)," kata Yasin.

Sebelumnya, Olly mengeluhkan soal gaji kepala daerah dalam kesempatan bertemu Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan. Ia juga menjamin, jika gaji gubernur naik, tak ada kepala daerah yang melakukan korupsi.

"Alangkah baiknya apabila bisa melalui Ibu Basaria Panjaitan selaku Wakil Ketua KPK RI bisa menyampaikan pesan kepada Presiden Jokowi apabila gaji kepala daerah besar, Olly Dondokambey selaku Kepala Daerah Sulawesi Utara jamin kepala daerah dan kepala daerah kabupaten lainnya tidak ada lagi ditemukan praktik korupsi," kata Olly.
(bag/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed