DetikNews
Kamis 22 Februari 2018, 00:06 WIB

Ketum Hanura: 'Mahar Politik' Itu Sumbangan, Kami Tak Paksakan

Danu Damarjati - detikNews
Ketum Hanura: Mahar Politik Itu Sumbangan, Kami Tak Paksakan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang berbicara soal isu adanya mahar politik yang dia syaratkan kepada bakal calon kepala daerah. Bilapun ada uang yang diberikan dari bakal calon, itu adalah sumbangan tak wajib.

"Mahar kan ada pada orang yang ditugaskan, dan yang menerima mahar itu juga Wabendum, namanya Beni (Prananto). Beni itulah yang sebetulnya yang menerima mahar-mahar itu," kata Oesman Sapta di video yang ditayangkan di acara Mata Najwa, yang disiarkan langsung oleh Trans7, Rabu (21/2/2018).

Namun pria yang akrab disapa OSO itu langsung menjelaskan, apa yang disebut-sebut sebagai mahar itu untuk kepentingan partai. Selain itu, sifatnya tidak mengikat.

"Itu kan sumbangan tidak mengikat. Tapi kita tidak akan memaksakan," kata dia.

"Itu kan keikhlasan," lanjut OSO.

Uang itu bukanlah syarat mengikat keluarnya surat rekomendasi Hanura untuk pencalonan di pilkada. Uang syarat seperti itu tidak diperbolehkan di Hanura. Uang itu akan digunakan untuk biaya operasional Partai Hanura.

"Pertama, harus digunakan 25 persen untuk cabang-cabang (Partai Hanura), untuk membiayai bendera, perjalanan, mengurus organisasi, dan administrasi," kata OSO.

Uang sumbangan seperti itu tidak dilarang. "Kalau umpamanya uang itu masuk untuk kepentingan partai, sah-sah saja. Karena mekanisme partai kan ada. Boleh saja," ujarnya.

Oesman Sapta menyebut nama Wakil Bendahara Umum Partai Hanura Beni-lah yang mengurusi soal uang dari bakal calon kepala daerah. Bila saja uang yang diterima Hanura melalui Beni adalah untuk kepentingan partai dan sesuai aturan, tidak ada norma yang dilanggar.

Sebelumnya, mantan bakal calon Bupati Garut, Jawa Barat, Seli Besi, mengungkap adanya permintaan duit dari Hanura, yakni Rp 350 juta per kursi.

Ada pula Wakil Ketua DPD Hanura Jawa Barat Farouk Sunge, yang mengungkap bahwa dia pernah menyaksikan bakal calon menyetorkan uang ke Hanura.
(dnu/bpn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed