DetikNews
Rabu 21 Februari 2018, 23:22 WIB

Golkar: Ada Oknum Minta Mahar Politik, Walau Kita Susah Buktikan

Danu Damarjati - detikNews
Golkar: Ada Oknum Minta Mahar Politik, Walau Kita Susah Buktikan Politikus Golkar Ahmad Doli Kurnia (Muhammad Fida/detikcom)
Jakarta - Partai Golkar tak memungkiri adanya mahar politik. Praktik politik transaksional dilakukan oleh oknum-oknum dengan cara senyap.

"Ada oknum-oknum yang kemudian kita dengar menerima atau meminta mahar itu," kata Wakil Koordinator Pemenangan Pemilu Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia di acara Mata Najwa yang dipandu Najwa Shihab, yang disiarkan langsung di Trans7, Rabu (21/2/2018).

Namun, praktik politik uang di suasana pemilu itu sulit terungkap. Ibarat angin, kata Doli, mahar politik cukup terasa namun susah dipegang.

"Itu (mahar politik) kita tidak bisa menutup mata, walaupun kita susah membuktikannya. Ini kan kayak angin," ujar Doli.

Maka ini menjadi pekerjaan rumah bersama-sama semua pihak. Perubahan sistem dan budaya politik perlu dijalankan supaya politik uang dapat tercegah secara efektif.

Belakangan, di suasana Pilkada Serentak 2018, kebetulan saja ada sejumlah kepala daerah yang juga calon kepala daerah petahana kena operasi tangkap tangan KPK. Dari Golkar juga ada, yakni Bupati Subang Imas Aryumningsih, yang menjadi tersangka suap.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya kini telah membuat peraturan agar calon yang menyuap PDIP demi mendapatkan rekomendasi pilkada bakal ditolak. Juga, pengurus PDIP yang menerima suap bakal dipecat dan mengembalikan dua kali lipat nilai nominal suap itu.
(dnu/bpn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed