DetikNews
Rabu 21 Februari 2018, 21:36 WIB

Mantan Bakal Cabup Garut Ini Mengaku Dimintai Duit oleh Hanura

Danu Damarjati - detikNews
Mantan Bakal Cabup Garut Ini Mengaku Dimintai Duit oleh Hanura Ilustrasi (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Bakal calon Bupati Garut, Jawa Barat, ini mengaku dimintai duit oleh calon partai pengusungnya. Nilai nominal uang yang disyaratkan fantastis.

Ini terungkap lewat wawancara yang dilakukan Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa bertajuk 'Uang Haram Demokrasi', yang ditayangkan langsung di Trans7, Rabu (21/2/2018).

Serli Besi adalah mantan bakal calon Bupati Garut yang dimaksud. Dia mengaku pernah dimintai duit oleh Partai Hanura.

"Rp 350 juta per kursi," kata Serli.

Karena butuh lima kursi dari Hanura, maka Rp 350 juta dikalikan lima kursi sama dengan Rp 1,75 miliar.

Dia dipanggil Tim Pilkada Pusat Partai Hanura untuk dimintai duit itu. Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang dalam video yang ditayangkan menyatakan uang yang dibutuhkan adalah uang operasional calon kepala daerah. Itu untuk membiayai bendera-bendera, perjalanan, organisasi, dan administrasi.

"Kalau uang untuk kepentingan partai, sah-sah saja," kata Oesman.

Oesman mengatakan yang ada hanyalah uang sumbangan tidak mengikat. Uang itu bukanlah syarat mutlak terhadap keluarnya rekomendasi calon kepala daerah. Namun Serli Besi membantah keterangan Oesman.

"Justru aturan ini sangat sekali mengikat. Itu harus, wajib," kata Serli, yang mengaku sudah dipecat Hanura kepemimpinan Oesman Sapta.

Serli mengatakan siap diperiksa Badan Pengawas Pemilu. Dia bakal menjelaskan apa yang dia alami terkait uang mahar politik ini. Namun, semua uang yang pernah dia serahkan telah dikembalikan.

"Semuanya Rp 350 juta dikalikan lima kursi dikembalikan. Total Rp 1,75 M," kata dia.
(dnu/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed