DetikNews
Rabu 21 Februari 2018, 21:15 WIB

Menko PMK Minta BNPB Jadi Garda Terdepan Bantu Korban Bencana

Prins David Saut - detikNews
Menko PMK Minta BNPB Jadi Garda Terdepan Bantu Korban Bencana Menko Puan Maharani membuka Rakernas BNPB di Bali. (David/detikcom)
Nusa Dua - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Menko Puan menyatakan pentingnya kehadiran negara di tengah situasi sulit yang dialami masyarakat.

"Banyak sekali bencana yang sudah menimpa Indonesia, namun, alhamdulillah, semua bisa diantisipasi dan sekarang saya juga melihat penanganan dan mitigasi bencana oleh BNPB untuk cepat tanggap langsung ke lapangan," kata Puan di BNDCC, Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (21/2/2018) malam.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam acara Rakernas Penanggulangan Bencana 2018. Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Kepala BNPB Willem Rampangilei, Sekda Provinsi Bali Tjokorda Ngurah Pemayun, Bupati Karangasem IG Ayu Mas Sumatri, dan pejabat lainnya turut hadir.

"Sebagai Menko, banyak hal yang harus saya koordinasikan. Jadi, kalau BNPB/BPBD sudah hadir, tidak bisa hanya sendirian. Jadi kalau tema rakernas bekerja untuk rakyat, ya saya harapkan kita betul-betul kerja untuk rakyat dalam penanggulangan bencana," imbuhnya.

Menko PMK Minta BNPB Jadi Garda Terdepan Bantu Korban BencanaMenko Puan Maharani membuka Rakernas BNPB di Bali. (David/detikcom)

Puan lalu mengisahkan pengalamannya ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan pada 2015. Saat itu, dia tengah mendampingi Presiden Joko Widodo di Washington, Amerika Serikat, untuk melakukan kunjungan kenegaraan.

"Tiba-tiba Pak Presiden menyatakan mau pulang ke Indonesia untuk segera ke Kalimantan Tengah. Jadi kami hanya dua hari di AS, sementara perjalanannya itu 40 jam naik pesawat. Saya sempat berkelakar, gimana saya nggak pucat, lebih banyak waktu di pesawat daripada di tempatnya," ujar Puan.

Pengalaman yang dibagikan Puan kepada lebih dari 3.000 peserta rakernas itu dimaksudkan untuk memberi contoh semangat pemerintah yang berupaya hadir di tengah masyarakat yang mengalami kesulitan. Puan bahkan menyatakan ia ikut Presiden Jokowi ke Sumatera Selatan dan mengunjungi lokasi kebakaran lahan gambut.

Kata Puan, rombongan pun langsung ke Banyuasin dan melihat shelter anak-anak sekolah. Kasus ISPA saat itu sudah tinggi, sekolah diliburkan. Sementara itu, di Kalimantan Tengah, lahan gambut masih terbakar dan yang boleh masuk ke lokasi hanya Presiden Jokowi dan Kepala BNPB.

"Tapi kemudian saya diperkenankan untuk ikut, dan saya meminta difoto, Pak Presiden bertanya kenapa foto, saya bilang, kita ini sudah di tengah lahan gambut yang terbakar, kalau nggak ada foto, nggak ada yang percaya. Yang mengambil foto saat itu Pak Kepala BNPB karena yang bawa HP hanya Pak Kepala BNPB," tuturnya.

Foto yang dimaksud adalah foto Jokowi di Pulau Pisau, Kalimantan Tengah, pada 2015. Foto tersebut pun menjadi headline sejumlah media, sehingga bagi Puan kehadiran negara sangat penting, terutama ketika bencana terjadi.

"Ini bukan hanya apresiasi secara teori, tapi secara nyata karena saya pun hadir di tempat itu. BNPB dan BPBD pun hadir di tempat itu. Kami sudah pulang pun mereka tetap mengawal kondisi di lapangan," ujar Puan.

Karena itu, Puan yakin kinerja BNPB dan BNPB semakin baik dalam membantu warga korban bencana.

"Saya yakin ke depannya peran BNPB dan BPBD akan menjadi garda terdepan bahwa negara hadir dalam situasi-situasi yang dibutuhkan oleh rakyat," imbuhnya.
(vid/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed