DetikNews
Rabu 21 Februari 2018, 19:50 WIB

Jokowi Ajak Ulama Beri Kesejukan di Pilkada Serentak 2018

Ray Jordan - detikNews
Jokowi Ajak Ulama Beri Kesejukan di Pilkada Serentak 2018 Presiden Jokowi menghadiri Zikir Kebangsaan di Asrama Haji Pondok Gede. (Jordan/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan senang bisa bersilaturahmi dengan para ulama. Jokowi juga mengajak para ulama memberi kesejukan di Pilkada Serentak 2018.

"Saya sangat berbahagia sekali bisa hadir di acara Rakernas Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon dan berbahagia bisa silaturahmi dengan para ulama, habaib. Sebagai umara (pemimpin pemerintahan), saya memerlukan saran dan doa dari para ulama yang hadir hari ini. Silaturahmi antara ulama dan umara harus terus kita tingkatkan," kata Jokowi.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri Zikir Kebangsaan dan Rakernas I Majelis Dzikir Hubbul Wathon di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (21/2/2018). Acara yang dihadiri oleh ulama dan tokoh Partai Persatuan Pembangunan KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin itu mengangkat tema 'Memperkokoh Komitmen Islam Kebangsaan Menuju Orde Nasional'.


Jokowi mengatakan, selain ilmu agama yang bisa memandu pemerintah, ulama merupakan penyalur suara masyarakat, termasuk suara dari pondok pesantren di seluruh Indonesia.

"Selain ilmu agama yang tentu saja bisa memandu kami, pemerintah, bagi saya ulama juga penyalur suara dari masyarakat, umat, rakyat, suara dari ponpes di seluruh Tanah Air," tutur Jokowi.

Selain itu, kata Jokowi, pemerintah berkepentingan untuk menyampaikan program-program yang telah dilakukan. Jokowi pun menitipkan pesan kepada umat terkait dengan pelaksanaan pilkada serentak yang akan berlangsung tahun ini di 171 daerah.

"Saya ingin mengajak untuk memberikan kesejukan, terutama di daerah yang berlangsung pilkada, baik pilgub, pilwalkot, maupun pilbup. Ini adalah pesta demokrasi rakyat kita. Jangan ada di media sosial saling mencemooh, menjelekkan, memfitnah, saling menebar kabar bohong, hoax, yang itu sangat dilarang oleh agama kita," ungkap dia.


Jokowi juga mengingatkan agar pesta demokrasi lima tahun sekali itu tidak mengorbankan persatuan dan persaudaraan.

"Jagalah ukhuwah islamiah, wathoniah kita. Dengan itu semua kita bisa membangun negara yang kita cintai ini," kata Jokowi.

Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO), dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) dan Ketua Umum Majelis Dzikir Hubbul Wathon Mustofa Aqil Siradj juga mendampingi Jokowi dalam acara tersebut.
(jor/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed