DKI Minta Jaminan Tak Ada Balita Tewas Pascavaksin Polio II

DKI Minta Jaminan Tak Ada Balita Tewas Pascavaksin Polio II

- detikNews
Kamis, 23 Jun 2005 19:15 WIB
Jakarta - Kasus tewasnya balita pascavaksinasi polio putaran I membuat Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso was-was. Dia pun meminta jaminan dan mewanti-wanti para lurah."Untuk putaran II, saya minta kepada lurah agar menjamin tidak ada balita yang meninggal gara-gara disuntik polio seperti kasus yang pernah terjadi," katanya.Hal itu disampaikan Sutiyoso saat memberikan pengarahan kepada walikota, camat, dan lurah untuk persiapan pelaksanaan mop up (cepat tangkal) polio putaran kedua yang jatuh pada 28 Juni 2005."Kalau terjadi, silakan dicek di laboratorium untuk diteliti benar-benar apa pemicunya," ujarnya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (23/6/2005).Dia juga mengingatkan kepada lurah agar tidak ada balita yang lolos vaksinasi polio tahap kedua yang akan berlangsung pada 28 Juni 2005."Kalau itu sampai terjadi, sepenuhnya saya akan tuding Pak Lurahnya tidak cermat," tukas Sutiyoso.Vaksinasi polio putaran I berlangsung pada 31 Mei 2005 lalu. Saat itu, total balita yang divaksinasi mencapai 923.029 orang.Namun tragedi terjadi di Tasikmalaya. Seorang bocah berusia 4,5 tahun bernama Angga, meninggal dalam perjalanan ke Puskesmas Tawang, Kota Tasikmalaya, dua jam setelah diimunisasi polio.Kasus serupa berlanjut pada Riri Agustiani. Bocah malang berusia 9 bulan ini meninggal pada Minggu malam, 5 Juni 2005, setelah tiga hari dirawat di RSUD Bayu Asih, Purwakarta.Belum ada kepastian penyebab meninggalnya Angga maupun Riri. Namun keduanya sama-sama menderita demam pascavaksinasi polio. Tercatat pula tiga balita di Depok sakit setelah divaksinasi polio. Demikian juga halnya dengan lima balita di Purwakarta. (sss/)


Berita Terkait