Diancam akan Ditangkap, Mahasiswa Papua Bubarkan Diri

Diancam akan Ditangkap, Mahasiswa Papua Bubarkan Diri

- detikNews
Kamis, 23 Jun 2005 19:08 WIB
Jakarta - Sekitar 150 mahasiswa Papua yang berdemo akhirnya membubarkan diri. Mereka tidak kuasa menghadapi ancaman penangkapan dari aparat polisi jika hingga pukul 18.00 WIB tidak meninggalkan Gedung Depdagri di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (23/6/2005).Namun sebelum membubarkan diri setengah jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan aparat, mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Papua se-Indonesia itu menabuh genderang perang.Mereka balas mengancam akan menjalankan aksi brutal jika 30 orang perwakilannya ditolak menemui Mendagri M Ma'ruf pada Jumat (24/6/2005) besok. "Besok 30 orang perwakilan kita bertemu Mendagri, kalau tidak kita perang," tegas Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Papua se-Indonesia Yan Matuan.Mahasiswa Papua yang berdemo sejak pukul 11.00 WIB ini mendesak Gubernur Papua JP Solossa yang diduga terkait korupsi dana APBD ditindak tegas. Mereka juga meminta agar jabatan gubernur segera dibekukan. Tuntutan yang sama juga disampaikan untuk Bupati Jaya Wijaya David Huby dan Bupati Nabire AP Youw.Selain menuntut pemeriksaan terhadap gubernur dan dua bupati di Papua, mereka juga menuntut Presiden SBY menetapkan Papua sebagai wilayah percontohan konsentrasi pemberantasan korupsi.Mereka juga menyampaikan sikap menentang militerisme di Papua dalam bentuk jaringan intelijen yang berpeluang dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok kepentingan tertentu.Selain masalah korupsi, mereka juga menyoroti pilkada di Papua. Mereka meminta agar pelaksanaan pilkada tidak diintervensi pihak mana pun, dan mendesak seluruh wewenang pelaksanaan pilkada diserahkan pada KPU pusat.Mereka juga meminta audit dana otonomi khusus 2001-2004 di Papua, mengusut para cukong illegal logging, koruptor, dan separatis berdasi di seluruh tanah Papua. (umi/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads