Dengan membawa spanduk dan poster bertuliskan tuntutanya, ratusan imigran ini berunjuk rasa di depan kantor perwakilan International Organization for Migration (IOM) dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) yang berada di Menara Bosowa, Rabu (21/2/2018) pagi.
Mereka menuntut penghapusan aturan kepada para imigran yang dinilai terlalu ketat dan merugikan para imigran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roby memprotes keberadaan polisi imigrasi, batasan jam asrama, tak diizinkanya beraktifitas secara bebas, hingga beberapa imigran telah ditahan oleh IDC Imigrasi tanpa kejelasan kabar.
"Kami minta hak hak kami dibela, diberikan keleluasaan kepada kami, beberapa teman juga ditahan tanpa status jelas," paparnya.
Sebelumnya para Imigran ini juga mengelar aksi yang sama pada 2017 silam. Aksi itu menuntut kejelasan status selama berada di Indonesia. (asp/asp)










































