Gubernur Riau Minta Pasien Gizi Buruk Digratiskan

Gubernur Riau Minta Pasien Gizi Buruk Digratiskan

- detikNews
Kamis, 23 Jun 2005 18:27 WIB
Pekanbaru - Gubernur Riau meminta kepada rumah sakit umum di Riau agar tidak mengenakan biaya perawatan apa pun terhadap pasien gizi buruk. Sebab sebagian besar pasien gizi buruk berasal dari keluarga tak mampu."Kita sudah instruksikan ke seluruh RSUD, baik di provinsi dan kabupaten, agar tidak memungut biaya apa pun terhadap pasien gizi buruk dan busung lapar. Karena itu, tiga balita di RUSD Pekanbaru yang mengalami gizi buruk dan busung lapar harus digratiskan biaya perawatannya," kata Gubernur Riau Rusli Zainal kepada wartawan di Kantor Gubernur Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru, Kamis (23/6/2005).Pemerintah Provinsi Riau juga sudah memerintahkan seluruh jajaran Dinas Kesehatan untuk mendata kembali balita di daerahnya masing-masing. Hal ini dilakukan untuk mengetahui jumlah valid penderita gizi buruk, sehingga dapat bisa diantisipasi sedini mungkin.Rusli mengatakan, koordinasi lintas sektoral dalam rangka menangani kondisi gizi buruk yang dialami sejumlah balita di Riau juga sudah dilakukan. Jajaran Dinas Kesehatan juga diminta untuk menghidupkan kembali Posyandu guna mendeteksi gizi buruk sedini mungkin. "Selama ini penanganan pelayanan kesehatan lewat Posyandu mulai redup," kata gubernur.Kini RSUD Pekanbaru tengah menangani secara intensif dua balita yang mengalami gizi buruk dan satu pasien busung lapar. Dua balita bergizi buruk itu adalah Monang Sirait (2) dan Fadli (1). Sedangkan pasien busung lapar adalah Anzeli (2).Ketiga pasien balita ini berada di ruang Medical Anak lantai tiga. Ruang medical khusus penanganan balita itu tampak sesak karena ruangan itu tidak mampu menampung pasiennya. Ruangan itu normalnya hanya bisa menampung 30 pasien. Namun saat gubernur melakukan kunjungan, ruangan itu dihuni hingga 45 pasien balita yang menderita berbagai jenis penyakit.Akibatnya, jalan koridor di ruang Medical Anak itu penuh sesak. Kondisi ini jelas tidak maksimal sebagai sarana medis untuk merawat anak-anak yang sedang dalam kondisi sakit. (mar/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads