Anwar Nasution: Mobil Volvo Saya itu Mobil Dinas
Kamis, 23 Jun 2005 18:19 WIB
Jakarta - Sebuah mobil Volvo S 80 warna hitam yang masih tampak baru sering terparkir di depan Gedung BPK. Siapa si empunya? Oh... mobil itu ditumpangi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution. Anwar mengaku mobil itu mobil dinas.Anwar memakai mobil dinas ini baru dua bulan terakhir. Saat pergi menumpang mobil ini, sebagai pejabat tinggi negara, Anwar dikawal oleh kendaraan pengawal, sebuah mobil Nissan X-Trail. Sebelum ini, Anwar mengaku menggunakan mobil pribadi. Atau kadang-kadang, dia menumpang mobil Nissan X-Trail yang menjadi pengawalnya. Mobil dinas baru Anwar ini telah mengundang gunjingan, termasuk di kalangan internal BPK. Ada yang menyebut, mobil Volvo itu dibeli dengan anggaran BPK. Bahkan, ada isu yang menyebutkan, gara-gara uangnya digunakan untuk membeli Volvo buat Anwar, tiga buah Kijang Innova yang seharusnya digunakan untuk operasional BPK tertunda pembeliannya. Benarkah mobil dinas Anwar diambilkan dari kocek BPK? Anwar membantahnya. Kepada detikcom, Rabu (22/6/2005) saat ditemui di ruang kerjanya, di Kantor BPK, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Anwar mengaku mobil itu dibeli dari anggaran pemerintah. Menurut Anwar, mobil dinas Volvo 2.400 cc itu dibeli dari anggaran pemerintah untuk pengadaan April 2005. "Itu mobil negara, mobil dinas. Anggarannya dari pemerintah," kata Anwar. Anwar membantah harga mobil bernomor polisi B 10 itu mencapai miliaran rupiah. "Harganya sekitar Rp 600 juta," kata Anwar. Pada kesempatan itu, Anwar juga bercerita, sebenarnya dirinya menginginkan mobil Toyota Crown sebagai mobil dinasnya. "Tapi, untuk safety, akhirnya Volvo," aku dia. Entah mengapa pemerintah menganggarkan mobil dinas untuk Ketua BPK, mobil Volvo. Padahal, sebelumnya, pemerintah telah membeli 60 unit mobil Toyota Camry 3.000 cc. Untuk membeli 60 mobil ini, pemerintah merogoh kantongnya Rp 21 miliar. Pembelian Camry untuk mobil dinas para menteri dan pejabat tinggi negara ini diputuskan pemerintah demi efisiensi. Bila dihitung, satu unit Camry dihargai Rp 350 juta. Saat Mensesneg Yusril Ihza Mahendra mengumumkan pembelian 60 unit Camry itu pada April 2005 lalu, Ketua BPK dimasukkan daftar sebagai salah satu pejabat tinggi yang akan menggunakannya.
(asy/)











































