DetikNews
Rabu 21 Februari 2018, 11:09 WIB

Sumsel, Riau, Kalbar, dan Kalteng Siaga Darurat Karhutla

Herianto Batubara - detikNews
Sumsel, Riau, Kalbar, dan Kalteng Siaga Darurat Karhutla Kebakaran hutan dan lahan (Foto: dok istimewa)
Jakarta - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat seiring keringnya cuaca di beberapa daerah di Indonesia. Empat provinsi pun menetapkan status siaga darurat karhutla.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya yang diterima detikcom, Rabu (21/2/2018). Penetapan status siaga darurat ini, menurutnya, merupakan langkah antisipasi.

Empat provinsi yang menetapkan siaga darurat itu adalah Sumatera Selatan (1 Februari-30 Oktober 2018), Riau (19 Februari-31 Mei), Kalimantan Barat (1 Januari- 31 Desember), dan Kalimantan Tengah (20 Februari-21 Mei).

Kebakaran hutan dan lahanKebakaran hutan dan lahan (istimewa)

"Gubernur menetapkan status siaga darurat karhutla berdasarkan pertimbangan telah ditetapkannya beberapa kabupaten/kota di wilayahnya yang menetapkan siaga darurat karhutla, adanya peningkatan jumlah titik panas (hotspot), masukan dari BPBD dan pengalaman penanganan karhutla sebelumnya," jelas Sutopo.


Sutopo menjelaskan, dengan pemberlakuan siaga darurat ini, ada kemudahan akses dalam penanganan karhutla. Baik pengerahan personel dan logistik maupun anggaran dan dukungan dari pemerintah pusat.

"Jalur komando penanganan lebih mudah koordinasinya," ujarnya.

Menurut Sutopo, daerah-daerah yang berada di sekitar garis Khatulistiwa saat ini memasuki musim kemarau periode pertama, seperti Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah, yang memiliki pola hujan ekuatorial. Jumlah titik panas atau hotspot terus meningkat.


Dalam seminggu terakhir, lanjut Sutopo, hotspot banyak ditemukan di Kalimantan Barat. Bahkan Kota Pontianak terselimuti asap karhutla.

Berdasarkan pantauan hotspot 24 jam terakhir dari satelit Aqua, Terra, SNNP pada katalog modis Lapan pada 21 Februari 2018 pukul 07.23 WIB, terdapat 90 hotspot di Indonesia dengan kategori sedang (30-79%) dan tinggi (>=80%). Untuk kategori sedang, ada 78 hotspot, yaitu di Papua Barat 2, Kalimantan Barat 23, Kepulauan Riau 4, Kalimantan Tengah 12, Jawa Barat 14, Jawa Timur 2, Jawa Tengah 3, Papua 4, Maluku 2, Kepulauan Bangka Belitung 1, Riau 9, Maluku Utara 1, dan Sumatera Selatan 1.

"Sedangkan kategori tinggi, yaitu benar-benar sedang terbakar, ada 12 hotspot yang tersebar di Kalimantan Barat 5, Kepulauan Riau 2, Kalimantan Tengah 3, Kepulauan Bangka Belitung 1, dan Riau 1," terangnya.

Sutopo menambahkan, untuk mengatasi karhutla ini, BNPB akan melakukan operasi darat, udara, dan penegakan hukum serta berbagai upaya lain. BNPB akan bekerja sama dengan TNI-Polri, pemadam kebakaran, Manggala Agni, hingga kalangan masyarakat.

"BNPB masih menyiapkan dukungan pesawat untuk hujan buatan dan helikopter water bombing. Bantuan logistik dan peralatan yang sebelumnya telah didistribusikan ke berbagai BPBD saat ini digunakan untuk pemadaman," ujarnya.
(hri/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed