Lurah Bakal Dipecat Jika Tidak Tanggap Tangani Busung Lapar

Lurah Bakal Dipecat Jika Tidak Tanggap Tangani Busung Lapar

- detikNews
Kamis, 23 Jun 2005 17:45 WIB
Jakarta - Busung lapar di DKI Jakarta sudah pasti jadi tamparan bagi pejabat ibukota negeri ini. Lurah pun diancam akan dipecat jika tidak tanggap menanganinya.Ancaman itu disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso saat ditemui wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (23/6/2005)."Ini ilmu komandan. Orang tidak cakap, saya gusur benar-benar," tukas Sutiyoso dengan wajah serius.Menurutnya, ancaman pemecatan dilakukan agar Jakarta dapat bebas dari busung lapar. Untuk itu dia meminta kepada para lurah untuk menggerakkan RT dan RW di daerahnya melalui program sweeping pemberian makanan tambahan."Jadi setiap lurah harus bertanggung jawab dan tanggap menangani jika ada kasus busung lapar di daerahnya," ujar Sutiyoso.Kasus busung lapar di Jakarta mencuat pada 15 Juni 2005. Penyakit kurang gizi akut ini diduga menimpa seorang balita bernama Rahmatullah (2,5), putra Junaedi warga Jalan Pakin, belakang pasar ikan Sunda Kelapa, Jakarta Utara.Kaki dan tangan Rahmatullah kurus sekali, kepalanya membengkak, dadanya kurus kerontang, tetapi perutnya membesar seperti kembung.Penderita gizi buruk di DKI pun tercatat 8.455 anak. Bahkan tujuh di antaranya menderita marasmus alias kekurangan kalori. Angka yang cukup fantastis untuk sebuah kota yang kerap berseliweran mobil mewah. Dinkes DKI kemudian menyiapkan program makanan tambahan pemulihan hingga 90 hari. (sss/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini