DetikNews
Rabu 21 Februari 2018, 08:05 WIB

Todung: Pakar Hukum, Mahir Berpuisi, Kini di Jalur Diplomasi 

Erwin Dariyanto - detikNews
Todung: Pakar Hukum, Mahir Berpuisi, Kini di Jalur Diplomasi  Todung saat menjelaskan soal hukuman mati dua kliennya, 3 Maret 2015 (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Foto dokumen tentang usulan nama bakal calon Duta Besar Republik Indonesia Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes RI LBBP) untuk 18 negara sahabat itu beredar di pekan terakhir Agustus 2017. Meski judulnya menyebut jumlah 18 namun dalam lembar kertas tanpa kop surat tersebut hanya ada nama 12 kandidat.

Satu dari 12 nama yang tertulis dalam dokumen tersebut adalah pengacara senior yang juga pegiat hak asasi manusia (HAM) Todung Mulya Lubis. Dia akan menjadi Dubes RI LBBP di Norwegia. Saat foto dokumen itu beredar di kalangan jurnalis dan politikus di DPR RI, Kementerian Luar Negeri tak membenarkan maupun membantahnya.

Enam bulan kemudian, tepatnya Selasa, 20 Februari 2018 Todung dan sejumlah nama yang disebut dalam dokumen tersebut benar-benar dilantik menjadi Dubes RI LBBP di sejumlah negara sahabat. Todung menjadi dubes untuk Norwegia dan Islandia.

Meski namanya sudah disebut sejak enam bulan lalu, dia mengaku tetap terkejut ketika dipanggil dan diberi tahu Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudhi akan mendapat tugas sebagai Dubes untuk Norwegia dan Islandia. "Nah, saya terkejut, saya sendiri tidak diberi tahu sebelumnya, tapi saya langsung ditunjuk ke Oslo dan sehingga Oslo itu tempat yang sangat jauh juga, tempat yang sangat dinamis untuk HAM, lingkungan hidup, energi," kata Todung seusai pelantikan dirinya menjadi dubes di Istana Negara, Selasa (20/2/2018).

Kepada detikcom yang menghubunginya melalui telepon, Todung mengaku hingga kini belum ada pesan khusus dari Menlu Retno maupun Presiden Joko Widodo terkait tugas barunya ini. "Tak ada misi khusus, tugas ya meningkatkan hubungan bilateral mempromosikan tentang Indonesia," kata lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia tahun 1974 itu.

Dia meraih master bidang hukum University of California at Berkeley, Amerika pada 1978. Dua tahun kemudian Pria kelahiran Tapanuli Selatan, Sumatera Utara 4 Juli 1949 itu juga meraih Master of Law dari Harvard Law School. Sementara gelar doktor diraih pada 1990 dari University of California at Berkeley. Pada 2015, Todung menjadi guru besar ilmu hukum di Murdoch University, Perth, Australia.

Di luar prestasi akademis, sejak 1970-an Todung aktif di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan terlibat dalam berbagai gerakan antikorupsi. Dia juga menjadi Ketua Yayasan Yap Thiam Hien, lembaga yang memberikan perhatian atas perjuangan HAM, sekaligus memberikan award bagi para penggiat HAM di seluruh Indonesia.

Pada 2 Februari 2017, Todung menjadi orang Indonesia ketiga yang mendapatkan penghargaan Elise and Walter A. Haas International Award dari Universitas Berkeley. Dua tokoh lainnya adalah Prof Widjojo Nitisastro pada 1984 dan Dorodjatun Kuntjoro Jakti pada 2002.

Selain mumpuni dalam ilmu hukum, rupanya Todung juga mahir membuat puisi. Melalui puisi inilah, dia mengaku bisa menghilangkan penat dan mengurangi rasa letih setelah beraktifitas.

"Kita letih, lelah dari kepenatan intelektual ditambah kepenatan-kepenatan lain di luar dan puisi bisa mengobati kepenatan itu," kata Todung dalam sebuah wawancara usai acara seleksi hakim konstitusi di kantor Dewan Pertimbangan Presiden, 8 Agustus 2008.

Puisi bagi Todung dapat memberikan rasa humanisme dalam kehidupan manusia. Melalui puisi pula dapat menjadi media refleksi diri. "Saya senang puisi tentang manusia tentang kesepian, kesenian," ujar penyuka puisi karya Chairil Anwar dan WS Rendra itu.

Kira-kira dua pekan lagi, Todung akan berangkat ke Norwegia. Bukan sebagai lawyer atau pun membacakan puisi, tapi menjalankan fungsi diplomasi. Norwegia dan Islandia tempatnya bertugas sebagai diplomat dikenal sebagai negara paling demokratis dan bahagia di dunia. "Jadi Anda bisa bayangkan saya masuk ke negara surganya demokrasi," kata dia.




(erd/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed