"Kata siapa (Novel pulang ke Indonesia), kami belum dapat info," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (20/2/2018).
Argo mengatakan belum ada persiapan khusus untuk penjemputan. Dia juga belum tahu akan memanggil Novel atau tidak untuk dimintai keterangan sebagai korban penyerangan air keras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tunggu kalau sudah pulang," ujar Argo.
Meski kasus penyiraman air keras sudah hampir 10 bulan, polisi masih menyelidiki kasus tersebut. "Kami tetap lakukan penyelidikan dan kami lakukan metode induktif-deduktif. Kami sudah buat posko. Kami juga sudah melibatkan KPK juga," kata Argo.
Sebelumnya, Novel rencananya kembali ke Indonesia pada Kamis (22/2) besok jika hasil pemeriksaan mata kirinya pada 20 dan 21 Februari baik. Ini menyusul operasi tambahan pada mata kiri Novel yang dinilai berhasil.
Novel rencananya menjalani rawat jalan hingga recovery (pemulihan) pada mata kirinya selesai. Operasi tahap kedua atau pemasangan artificial cornea rencananya dilakukan April mendatang.
"Jika hasil cek dan kontrol tekanan mata ke dokter besok hasilnya baik, Rabu (21/2) akan dilakukan pemeriksaan lanjutan dan Kamis (22/2) direncanakan kembali ke Jakarta," ungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan sebelumnya.
Novel Baswedan mengalami teror penyiraman air keras di depan masjid di dekat rumahnya setelah menjalankan salah subuh pada 11 April 2017. Sejak saat itu, Novel harus dirawat di Singapura hingga harus menjalani beberapa kali operasi untuk menyembuhkan kondisi matanya. (aan/dhn)











































