DetikNews
Selasa 20 Februari 2018, 12:14 WIB

Polisi: Komplotan Curanmor Palmerah Minimal Sehari Dapat 10 Motor

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Polisi: Komplotan Curanmor Palmerah Minimal Sehari Dapat 10 Motor Polisi merilis kasus curanmor di Jakarta Barat (Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Polisi menangkap komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) sadis yang kerap beroperasi di daerah Palmerah, Jakarta Barat. Kapolres Jakbar Kombes Hengki Haryadi mengatakan komplotan yang sudah lama jadi target operasi ini dapat mencuri sepeda motor minimal 10 unit dalam sehari.

"Dua oramg ini hasil pemeriksaan sudah banyak melakukan aksi di Jakbar dan kalau kepepet dia tidak segan-segan menembak korbannya. Hari ini, kami tangkap dan sehari minimal 10 kendaraan bermotor," kata Hengki di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (20/2/2018).

Barang bukti yang disita dari pelaku curanmorBarang bukti yang disita dari pelaku curanmor (Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom)

Diketahui, pada awalnya polisi menangkap dua orang pelaku Hendri dan Tamrin di kawasan Palmerah usai beraksi pada Senin (19/2) kemarin. Penangkapan kedua pelaku dapat dilakukan setelah polisi memetakan daerah rawan curanmor.

Hengki menyebut di wilayah hukum Polres Jakbar ada lebih dari 100 titik rawan curanmor. Penangkapan dapat dilakukan petugas dengan melakukan operasi tertutup.

"Kami petakan di Jakbar titiknya curanmor Palmerah, Kalideres, Cengkareng. Ada 125 titik rawan curanmor. Hari ini terbukti anggota Reskrim Polres Jakbar saat melaksanakan tugas patroli tertutup berhasil menangkap tangan pelaku curanmor dengan senjata api ada 2 orang," ungkapnya.

Barang bukti dari pelaku seperti senpi, STNK, kunci Y, dan STNKBarang bukti dari pelaku seperti senpi, STNK, kunci Y, dan STNK (Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom)


Pelaku bernama Hendri ditembak hingga tewas karena melawan dan berusaha melarikan diri. Polisi menyita senjata api yang digunakan pelaku untuk beraksi.

Setelah dilakukan pengembangan, polisi menemukan sebanyak 7 unit sepeda motor hasil curian. Namun, polisi juga menemukan ada banyak STNK dari pelaku.

Tak seperti komplotan curanmor lainnya, komplotan ini menjual motor hasil curian ke daerah Tangerang, Banten. Dalam pengembangan kasus, dua pelaku lain ditangkap yakni Zaenal dan Apipudin yang berperan sebagai penadah motor curian.

Kapolres Jakbar Kombes Hengki menunjukkan senpi yang dipakai pelaku saat beraksiKapolres Jakbar Kombes Hengki menunjukkan senpi yang dipakai pelaku saat beraksi (Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom)

"Ini ada perubahan pola yang katanya dijual di Karawang sekarang di Tangerang," tutur Hengki.

Dia mengatakan STNK yang ditemukan tersebut asli. Polisi akan menyerahkan STNK tersebut kepada para pemiliknya.

Berdasarkan KTP yang dipunya, para pelaku diketahui berasal dari daerah Lampung. Komplotan ini juga mengaku mendapatkan senjata api dari Lampung. Para pelaku ini kerap bertukar peran dalam menjalan kan aksinya.

"Pelaku dari keterangan dari KTP dari Lampung. Sementara pengakuan tersangka (senpi) dari Lampung. Mereka ini komplotan, jaringan terkadang mereka ganti dari pilot dan eksekutor. Jadi pilot yang jalankan kendaraan," beber Hengki.

Polisi berencana mengembalikan STNK asli ini kepada pemiliknyaPolisi berencana mengembalikan STNK asli ini kepada pemiliknya (Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom)

Hengki mengatakan curanmor jadi kasus terbanyak kedua yang ada di wilayah hukum Polres Jakbar setelah kasus narkoba. Dia mengatakan waktu rawan kasus curanmor ini ada di rentang pukul 00.00-06.00 pagi. Hengki mengatakan polisi tak akan segan menindak tegas para pelaku kejahatan yang mengancam keselamatan warga maupun petugas.

"Kami tidak akan main-main, pelaku melawan akan kami tindak tegas. Kalau memang melawan kami berikan tindak tegas pada pelaku," tegasnya.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat pasal 365 KUHPidana dan UU Darurat nomor 12/1951. Mereka terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.
(jbr/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed