Syafii Maarif Akui Muhammadiyah Terima DAU
Kamis, 23 Jun 2005 15:16 WIB
Yogyakarta - Sebagai organisasi massa, PP Muhammadiyah memang menerima bantuan dari dana abadi umat (DAU) Departemen Agama. Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif mengakui hal itu. Bantuan dari DAU yang masuk ke Muhammadiyah Rp 500 juta. Menurut Syafii, dana bantuan dari Depag itu masuk ke Muhammadiyah pada tahun 2002, saat Menteri Agama masih dijabat Said Agil Husin Al Munawwar. Hingga sekarang, dana itu masih tersimpan. "Itu kan biasa, pemerintah kasih bantuan. Semua dikasih, Muhammadiyah dikasih, NU dikasih, MUI dikasih dan yang lain juga dikasih. Biasa saja itu dan sekarang masih utuh belum kita pakai," kata Syafii menjawab pertanyaan wartawan di kantor PP Muhammadiyah di Jl Cik Ditiro Yogyakarta, Kamis (23/6/2005).Syafii mengatakan uang itu tidak akan dikembalikan, karena berasal dari uang umat yang harus kembali kepada umat pula. Dana tersebut diberikan sekali saja sekitar tiga tahun lalu. "Dana itu jelas dan dibantu oleh Depag. Itu biasa, tak ada yang aneh," katanya.Pemberian bantuan dana tersebut, kata Syafii, sudah menjadi kebiasaan sejak dulu, termasuk dana untuk membiayai perjalanan haji. Namun dana untuk biaya perjalanan haji itu asal muasalnya dari mana, Syafii mengaku tidak tahu-menahu.Ketika ditanya apakah dana itu juga dipakai untuk membiayai ongkos haji abidin (atas biaya dinas), menurut Syafii, bisa saja. "Ya boleh saja dipakai Muhammadiyah. Tapi mereka itu semua bekerja dan diberikan tugas, ada yang jadi naib atau wakil naib (amirul haj). Dan kalau sekarang sudah banyak orang bersuara, lebih baik saya tidak banyak bersuaralah," kata orang Minang ini. Syafii menegaskan, bila memang kasus DAU itu dianggap menyimpang, maka lebih baik aliran dana ke DAU itu dihentikan saja. Syafii juga setuju bila 'haji abidin' dihapus atau diberikan kepada orang-orang yang tertentu yang berjasa tapi benar-benar tak punya biaya.Menurut Syafii, pengurus Muhammadiyah yang telah mendapat jatah haji abidin tidak banyak. "Saya kira untuk Muhammadiyah itu sedikit sekali dibanding yang lain. Jumlahnya tak sampai 100 orang," tegas dia.Namun Syafii mengaku setuju bila korupsi yang ada di negeri ini dibersihkan semuanya, tidak hanya kasus di Depag saja. Sebagai warga Muhammadiyah, Syafii tetap punya komitmen untuk membersihkan negeri ini dari korupsi."Kalau benteng negara ini kokoh, maka keadaan sekarang ini tidak serapuh ini. Komitmen saya tetap, tapi saya bukan polisi, tapi mudah-mudahan aparat penegak hukum itu punya nyali. Meski tidak gampang," kata dia.
(asy/)











































