Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger menjelaskan data yang dihimpun dari seluruh kabupaten dan kota di Riau, kasus Karhutla naik sekitar 25 persen dibanding pada bulan yang sama tahun 2017.
"Kalau kita lihat data pada bulan yang sama tahun 2017 lalu, maka terjadi peningkatan Karhutla mencapai 25 persen," kata Edwar kepada detikcom, Selasa (20/2/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Januari sampai dengan Februari 2017 hanya ada 26 hostpot, kini di bulan yang sama tahun 2018 malah naik menjadi 59 hotspot. Itu artinya ada kenaikan sampai 90 persen," kata Edwar.
Edwar menjelaskan sebaran kebakaran berada di Kabupaten Siak, Kampar, Indragiri Hilir, Rokan Hilir, Bengkalis, dan Rokan Hulu. Kebakaran paling luas terjadi di Kabupaten Meranti.
"Di Kabupaten Meranti kebakaran lahan mencapai 200 hektare. Dari jumlah itu sebagian kebun sagu masyarakat dan PT NSP terbakar mencapai 50 hektare. Polisi masih menyelidiki kasus kebakaran yang terjadi di Meranti," kata Edwar.
Pemprov Riau saat ini telah menetapkan status siaga darurat Karhutla. Penetapan terhitung 19 Februari hingga 31 Mei 2018. Pemprov Riau telah mengajukan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penggunaan helikopter untuk water bombing, pemantauan udara serta permohonan pinjaman pesawat untuk TMC. (cha/idh)











































