TNI AU Diminta Luruskan Sejarah G30S/PKI
Kamis, 23 Jun 2005 14:54 WIB
Jakarta - Keterlibatan TNI AU dalam peristiwa Gerakan 30 September PKI (G30S/PKI) masih menyisakan pertanyaan besar. TNI AU diminta melakukan rehabilitasi dan pelurusan sejarah peristiwa berdarah itu.Desakan ini menguat dalam rapat dengar pendapat Komisi I DPR RI dengan KSAU Marsekal Djoko Suyanto di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/6/2006).Anggota Komisi I dari Fraksi PAN AM Fatwa meminta TNI AU membantu upaya rehabilitasi dan melakukan pelurusan sejarah atas keterlibatan beberapa anggotanya dalam peristiwa tahun 1965 ini. "Trauma sejarah yang melibatkan TNI AU perlu diluruskan. Karena sebentar lagi ada Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) yang akan menyokong usaha-usaha rehabilitasi," kata Fatwa.Dinas Kesejarahan TNI AU juga diimbau untuk meluruskan sejarah tentang peran TNI AU, sehingga tidak menimbulkan persepsi miring.Hal senada juga disampaikan Anggota Fraksi PDIP Permadi. Mengenai keterlibatan dalam G30S/PKI, dia menduga TNI AU dihabisi citranya, dan tokohnya ditangkapi."Karena TNI AU adalah angkatan yang paling kuat di Asia. Amerika Serikat tidak menyukai kekuatan itu. Oleh karenanya diskenariokan TNI AU dihabisi," tuding Permadi.Menanggapi hal itu, KSAU menegaskan rehabilitasi dan pelurusan G30S/PKI bukan merupakan kewenangannya."Upaya rehabilitasi bukan dalam konteks kedinasan. Tetapi dilakukan oleh para purnawirawan. Bahkan mereka telah punya forum untuk itu, kerena secara kelembagaan, TNI AU tidak tepat untuk mendorong itu," jawab KSAU.Selain itu, lanjut KSAU, masalah tersebut bersifat politis. Sementara berdasarkan UU, TNI tidak boleh terlibat dalam persoalan politik praktis. TNI AD, AL dan AU sepakat tidak ingin mengungkit masa lalu. Jadi KKR dipersilakan menjalankan tugas sesuai kewenangannya.KSAU juga membantah adanya pendiskreditan TNI AU dalam kenaikan jabatan terkait trauma keterlibatan TNI AU dalam peristiwa G30S/PKI."Kedudukan antarangkatan di Mabes TNI sama. Hijau, biru, putih, semuanya sama," tegas KSAU menyebut secara berturut-turut warna seragam TNI AD, AU, dan AL.
(aan/)











































