DetikNews
Selasa 20 Februari 2018, 01:03 WIB

PPP Minta Polemik Anies Dicegah Dampingi Jokowi Diakhiri

Yulida Medistiara - detikNews
PPP Minta Polemik Anies Dicegah Dampingi Jokowi Diakhiri Ketum PPP Romahurmuziy (Robby/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy (Romi) meminta polemik soal dicegahnya Gubernur DKI Anies Baswedan mendampingi Presiden Jokowi ke podium final Piala Presiden 2018 diakhiri. Terlebih Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2018 Maruarar Sirait (Ara) itu telah mengaku bersalah.

"Karena yang bersangkutan sudah mengatakan seperti itu, tentu lebih baik polemik ini kita akhiri, ya," kata Romi di kantor Kementerian PUPR, Jl Pattimura, Jakarta Selatan, Senin (19/2/2018).

Ia mengatakan tidak semua acara Presiden diketahui secara keseluruhan oleh Paspampres. Menurutnya, bisa saja Jokowi hadir sebagai tamu, sehingga tidak tahu detail soal acara.




"Karena tidak semua yang terjadi dalam rangkaian acara Presiden itu merupakan hal yang diatur, di-setting dan diketahui oleh Presiden sendiri karena ada banyak acara beliau yang hanya sebagai tamu, hadir, begitu juga kalau bicara Piala Presiden," ucapnya.

Ia menyebut acara tersebut dibuat oleh swasta, sementara Persija saat ini dikelola oleh swasta, tidak ada lagi saham pemda DKI.

"Piala Presiden ini kan sesungguhnya, pertama, klub-klub yang ada murni Persija sendiri adalah swasta, tidak ada lagi saham pemda DKI di sana. Kemudian acara Piala Presiden sendiri adalah acara yang digelar swasta, sehingga memang Presiden diundang sebagai tamu di GBK," ujar Romi.

Ia menyayangkan lamanya proses pemberian hadiah kepada pemenang sehingga Jokowi harus menunggu 15 menit. Menurutnya semestinya hal itu tidak terjadi.

"Ketika Presiden dalam kacamata kami menunggu terlalu lama, misalnya sampai 15 menit, beliau menunggu sampai 14 orang menunggu satu per satu, saya kira secara protokoler mestinya hal itu juga tidak (boleh) terjadi. Tapi kan itu terjadi. Beliau dalam sikapnya sebagai tamu yang diundang tuan rumah menghormati itu. Hal-hal seperti itu mestinya tidak terjadi," katanya.
(yld/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed