DetikNews
Senin 19 Februari 2018, 20:58 WIB

Pergoki Anak Dimanfaatkan Mengamen, Jangan Ragu Lapor KPAI!

Herianto Batubara - detikNews
Pergoki Anak Dimanfaatkan Mengamen, Jangan Ragu Lapor KPAI! Ketua KPAI Susanto melakukan pemantauan di wilayah Depok. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terus menelusuri kabar banyaknya anak yang dimanfaatkan untuk mengamen dan mengemis. Pemantauan langsung ke jalanan pun dilakukan.

Ketua KPAI Susanto mengatakan telah memantau langsung di wilayah perempatan Juanda, Margonda, Depok, Jawa Barat, pada Jumat (16/2) lalu. Dia melakukan pemantauan sekitar pukul 20.30 WIB.

"Saya sengaja memantau karena ada info dari warga, kadang-kadang di lokasi tersebut ada pengamen yang bawa anak, makanya kami ingin pastikan," kata Susanto saat berbincang dengan detikcom lewat telepon, Senin (19/2/2018) malam.

Pergoki Anak Dimanfaatkan Mengamen, Jangan Ragu Lapor KPAI!Ketua KPAI Susanto melakukan pemantauan di wilayah Depok. (Foto: dok. Istimewa)

Hasil pemantauan saat itu, menurut Susanto, dirinya tidak menemukan adanya pengamen atau pengemis yang membawa anak. Dia hanya melihat ada sejumlah pengamen dewasa. Meski demikian, dia dan timnya akan terus melakukan pengawasan dalam waktu dekat ini.


"Butuh waktu memang, harus nongkrongin cukup lama di lokasi," ujarnya. Susanto mengatakan KPAI akan melakukan pemantauan di titik-titik lainnya, termasuk di ujung Tol Cijago, yang diduga jadi lokasi pengamen memanfaatkan anak. Pemantauan juga akan dilakukan di wilayah Jakarta.

Nantinya, jika ditemukan pengamen atau pengemis yang memanfaatkan anak, lanjut Susanto, KPAI akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penindakan.

Pergoki Anak Dimanfaatkan Mengamen, Jangan Ragu Lapor KPAI!Ketua KPAI Susanto melakukan pemantauan di wilayah Depok (Foto: dok. Istimewa)

"Tentu kita akan berkoordinasi dengan dinas sosial dan kepolisian untuk mendalami sama-sama. Ini anak siapa, disewakan atau tidak, itu bagian yang akan terus kita dalami tentu," ucapnya.


"Kami juga meminta kepada masyarakat, jika menemukan seperti itu, laporkan segera ke KPAI," sambung Susanto.

Ditambahkan Susanto, pemantauan ini dia lakukan karena tergugah oleh kasus bocah MU (11 bulan) yang dimanfaatkan bapaknya, Zalfur (61), untuk mengamen di wilayah Sabang, Jakarta Pusat. Dinsos DKI Jakarta, Polres Metro Jakarta Pusat, dan KPAI kemudian turun tangan.

Zalfur dan MU kemudian diamankan pihak Polres Metro Jakarta Pusat. Zalfur mengaku memanfaatkan anaknya mengamen karena membuat orang iba dan dia jadi mendapatkan hasil lebih banyak. Motifnya semata-mata desakan ekonomi.

Bocah MU saat ini sudah diserahkan Zalfur dan istrinya untuk dirawat Dinas Sosial Jakarta. Kondisinya sudah jauh lebih baik. Zalfur dan istrinya serta tiga anaknya yang lain kini dalam pembinaan Dinas Sosial sebelum nantinya dipulangkan ke daerah asalnya.
(hri/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed