DetikNews
Senin 19 Februari 2018, 18:32 WIB

Grace dan Neneng Jadi Dua Srikandi Pimpinan Parpol Baru

Elza Astari Retaduari - detikNews
Grace dan Neneng Jadi Dua Srikandi Pimpinan Parpol Baru Foto: Ketum PSI Grace Natalie dan Ketum Berkarya Neneng A Tuty (dok. detikcom)
Jakarta - Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri tak lagi sendirian sebagai pentolan wanita partai politik di Indonesia. Dua partai baru, yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Beringin Karya (Berkarya), memiliki ketua umum perempuan.

Adalah Grace Natalie, Ketua Umum PSI, yang namanya mulai naik daun sebagai politikus muda Indonesia. Karier wanita kelahiran 1982 ini dimulai dari dunia jurnalistik. Ia pernah bekerja di sejumlah stasiun TV nasional.

Grace pun memutuskan mundur dari dunia media pada 2012. Ia lalu banting setir ke kancah politik pada 2014 dengan menjadi Ketum PSI, partai yang mengidentikkan diri dengan anak-anak muda.


PSI didirikan pada 16 November 2014 dan resmi menjadi badan hukum setelah melalui verifikasi Kementerian Hukum dan HAM pada 7 Oktober 2016. Grace didampingi Raja Juli Antony sebagai sekjen.

Selain menjaring anak muda, partai yang memiliki dominasi warna merah itu memang concern pada keterwakilan perempuan di dunia politik. Bahkan keterwakilan perempuan di kepengurusan DPP PSI mencapai 66,66 persen. Padahal kerap kali partai-partai lain sulit mencapai kuota minimal 30 persen di kepengurusan DPP.

Grace dan Neneng Jadi Dua Srikandi Pimpinan Parpol BaruGrace Natalie (Ari Saputra/detikcom)

"Kami juga berusaha sangat ingin mewakili perempuan. Seperti tadi disampaikan bahwa keterwakilan perempuan di DPP PSI paling tinggi, mencapai 66,66 persen," ucap Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka, Sabtu (17/2/2018).

Selain PSI, Berkarya, yang merupakan partai baru peserta Pemilu 2019, memiliki perempuan sebagai ketum, yakni Neneng A Tuty. Partai ini memiliki khas warna kuning dengan lambang partai pohon beringin, mirip seperti Golkar.


Berkarya didirikan pada 15 Juli 2016 dan mengantongi surat keputusan dari Kementerian Hukum dan HAM pada 17 Oktober 2016 dengan nomor SK No. M.HH-21.AH.11.01 Tahun 2016.

Sebelum menjadi ketum, Neneng menjabat Ketua Umum Partai Nasional Republik (Nasrep). Berkarya merupakan fusi dari Partai Beringin Karya dengan Nasrep, partai pimpinan Neneng sebelumnya.

Grace dan Neneng Jadi Dua Srikandi Pimpinan Parpol BaruTommy Soeharto (Zaenal Effendi/detikcom)

Di situs Berkarya, wanita kelahiran 15 November 1964 itu disebut pernah mengawali kariernya sebagai artis layar lebar. Neneng juga pernah menjabat Ketua Federasi Tinju Profesional Indonesia.

Berkarya sendiri merupakan partai besutan Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto). Putra bungsu Presiden RI ke-2 Soeharto itu menjabat Ketua Majelis Tinggi dan Dewan Pembina Partai Berkarya. Sekjen Partai Berkarya adalah Badaruddin Andi Picunang.

Hingga saat ini belum ada keterangan mengapa bukan Tommy yang menjadi Ketum Berkarya. Tidak ada penjelasan juga mengapa Neneng yang dipilih sebagai ketum. Namun Neneng dan Tommy sudah kerap bekerja sama, termasuk di ormas Laskar Merah Putih. Pada 2011, Neneng terpilih sebagai ketua umum dan Tommy menjadi Ketua Dewan Pembina Laskar Merah Putih.


Berkarya pun disebut-sebut bisa merebut suara Golkar. Selain itu, nama Tommy mulai diperbincangkan dalam bursa capres/cawapres pada Pilpres 2019. Namun, untuk mengusung sendiri, Berkarya terkendala oleh presidential threshold atau ambang batas capres.

"Kami sadar diri untuk itu, sehingga untuk bicara calon presiden, kami akan berkoalisi dengan partai yang bisa mencalonkan. Persoalan apakah ketua dewan pembina kami (Tommy Soeharto) ditawarkan atau bagaimana, itu nanti," kata Badaruddin Andi Picunang, Sabtu (17/2).

Seperti diketahui, PSI dan Berkarya merupakan dua dari empat partai baru yang berhasil menjadi peserta Pemilu 2014. PSI mendapat nomor urut 11 dan Berkarya nomor urut 7.
(elz/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed