PSI: Kalau Masih Mau Lihat OTT KPK, Pilih Partai Lama

PSI: Kalau Masih Mau Lihat OTT KPK, Pilih Partai Lama

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 19 Feb 2018 18:23 WIB
PSI: Kalau Masih Mau Lihat OTT KPK, Pilih Partai Lama
Foto: Partai Solidaritas Indonesia atau PSI (Dwi/detikcom)
Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengatakan ada 11 hal yang bisa jadi alasan memilih mereka di Pemilu 2019. Hal yang pertama menurut PSI berkaitan dengan sikap antikorupsi.

"Ada 11 alasan mengapa PSI layak dipilih. PSI melawan korupsi, PSI akan berada pada garda paling depan untuk melakukan perlawanan dengan korupsi. Kalau masih mau lihat banyak yang kena OTT, maka pilih partai lama. Tapi kalau mau munculnya kepemimpinan baru, maka tidak ada pilihan lain maka PSI lah yang dipilih," kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni di Kantor DPP PSI, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2018).


Toni, sapaan Antoni, mengatakan PSI anti-intoleransi dan memiliki program kesejahteraan terpadu berbasis data. Toni juga mengatakan PSI merupakan partai yang pro-perempuan. Hal ini dibuktikan PSI dengan keterwakilan perempuan di tingkat kabupaten/kota.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PSI anti-intoleransi, PSI memiliki program kesejahteraan terpadu dan berbasis data dan PSI properempuan. Terbukti sesuai dengan diumumkan KPU, PSI merupakan partai yang paling tinggi persentase keterwakilan perempuannya," ujar Toni.


Alasan lain juga diungkapkan Ketua DPP PSI Tsamara Amany. Dia mengatakan PSI merupakan partai anak muda serta melakukan terobosan politik, yaitu dengan rekrutmen calon legislatif yang terbuka.

"Kita menggunakan cara baru hanya di PSI yang ada rekrutmen caleg dan itu live. Yang menentukan (lolos atau tidak) bukan kita, tapi dewan juri," kata Tsamara.

Tsamara juga mengatakan PSI menerapkan teknologi untuk kemajuan dan transparansi parpol dan mendukung Joko Widodo. PSI mendukung Jokowi lantaran dianggap memiliki rekam jejak yang baik hingga mampu membuktikan hasil kerjanya.

"Karena bagi kita pak Jokowi punya track record yang baik, rekam jejak beliau sejak menjadi wali kota Solo, gubernur DKI, hingga presiden, dia orang yang jago membuktikan," tutur Tsamara. (gbr/elz)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads