DetikNews
Senin 19 Februari 2018, 18:05 WIB

Segera Kembali Bertugas, Novel Baswedan Tak Takut Teror!

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Segera Kembali Bertugas, Novel Baswedan Tak Takut Teror! Ilustrasi (Foto: dok. detikcom)
Jakarta - Rina Emilda menyebut suaminya, Novel Baswedan, segera kembali bekerja di KPK. Novel, disebut Emil--panggilan karib Rina Emilda--tidak takut terhadap teror lagi.

"Kejadian ini tidak membuat Pak Novel takut. Insyaallah akan bekerja seperti sedia kala," kata Emil saat dihubungi detikcom melalui pesan singkat, Senin (19/2/2018).

Emil menyebut komunikasi telah dijalin dengan KPK soal kepulangan Novel. Novel akan datang ke KPK saat kembali ke Jakarta nanti. Tetapi soal kembali aktifnya Novel sebagai penyidik KPK, Emil mengatakan masih akan melihat situasi dan kondisi ke depan.

"Itu (soal kembali bekerja sebagai penyidik) belum paham saya, mungkin melihat sikon (situasi kondisi) dulu. Kalau Pak Novel, yang saya tahu, pengin kembali bekerja," ucapnya.

Baik keluarga maupun Novel, dituturkannya, juga berharap pelaku segera ditemukan. Novel juga memutuskan pulang walau kondisi mata kirinya belum bisa melihat kembali.

"(Harapannya) pelaku segera tertangkap dan terungkap. Barangkali kalau tunggu pelakunya tertangkap, (dia) nggak pulang-pulang (ke Indonesia)," ujar Emil lagi.


Penyidik senior KPK Novel Baswedan rencananya kembali ke Indonesia pada Kamis (22/2) besok jika hasil pemeriksaan mata kirinya pada 20 dan 21 Februari baik. Ini menyusul operasi tambahan pada mata kiri Novel yang dinilai berhasil.

Novel rencananya menjalani rawat jalan hingga recovery (pemulihan) pada mata kirinya selesai. Operasi tahap kedua atau pemasangan artificial cornea rencananya dilakukan April mendatang.

"Jika hasil cek dan kontrol tekanan mata ke dokter besok hasilnya baik, Rabu (21/2) akan dilakukan pemeriksaan lanjutan dan Kamis (22/2) direncanakan kembali ke Jakarta," ungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan sebelumnya.

Novel Baswedan mengalami teror penyiraman air keras di depan masjid di dekat rumahnya setelah menjalankan salah subuh pada 11 April 2017. Sejak saat itu, Novel harus dirawat di Singapura hingga harus menjalani beberapa kali operasi untuk menyembuhkan kondisi matanya.

Hingga kini koordinasi antara KPK dan Polri terus dilakukan, tapi pelakunya belum juga ditemukan. Polisi bahkan sudah menyebarkan sketsa wajah terduga pelaku penyerangan Novel Baswedan. Sementara itu, berbagai pihak mendorong Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atas kasus yang menimpa penyidik senior KPK ini.

[Gambas:Video 20detik]


(nif/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed