Cegah Ugal-ugalan, 250 Sopir Angkot Jakarta Ikut Pelatihan di Tegal

Indra Komara - detikNews
Senin, 19 Feb 2018 13:34 WIB
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah (tengah) Foto: Indra Komara/detikcom
Jakarta - Sebanyak 250 orang sopir angkutan perkotaan (angkot) di DKI Jakarta diberangkatkan ke Tegal, Jawa Tengah, untuk mengikuti pelatihan berkendara. Pelatihan ini untuk meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas di ibu kota.

Hari ini ada 250 orang yang diberangkatkan sebagai peserta pendidikan dan pelatihan (diklat). Mereka semua adalah sopir angkot dari 7 operator berbeda. Mereka nantinya akan mendapat sertifikat setelah mengkuti diklat.

"Saya rasa pelatihan pengemudi ini penting karena keselamatan banyak orang. Orang yang dibawa di samping kiri kanan ini sangat menentukan kalau dia ugal-ugalan ada kecelakaan," kata Sekertaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2018).

Sopir angkot Jakarta diberangkatkan ke Tegal, Jawa Tengah, untuk mengikuti pelatihan berkendara.Sopir angkot Jakarta diberangkatkan ke Tegal, Jawa Tengah, untuk mengikuti pelatihan berkendara. Foto: Indra Komara/detikcom

Saefullah menjelaskan, diklat ini terselenggara atas kerja sama Pemprov DKI Jakarta, Kementerian Perhubungan dan Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) di Kota Tegal, Jawa Tengah. Tujuannya untuk mengubah perilaku sopir agar tidak ugal-ugalan di jalan.


"Jadi ada jiwa manusia yang harus dikelola dengan baik. Dalam perjalanan kita harap zero accident, semuanya selamat sampai tujuan. Jadi jangan nyawa orang itu melayang cuma-cuma," ujarnya.

Pelatihan ini akan berlangsung selama 5 hari di Tegal, Jawa Tengah, dimulai Selasa (20/2) besok. Nantinya para sopir akan mendapat pelatihan teori dan praktik cara mengemudi yang baik.

"Ini ada kerja sama yang baik karena diklat ini hanya dimiliki oleh Kementerian Perhubungan. Jadi di sana (PKTJ) ada metodologinya, kurikulumnya lengkap alatnya juga lengkap," ujar Saefullah.

Sementara itu, Direktur Prasarana Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Masrono Yugihartiman menjelaskan, di diklat ini para sopir nantinya akan menjalani uji kompetensi. Dari situ akan ditentukan apakah sopir dinilai memenuhi syarat atau tidak.

"Ada kurikulum standarnya dan nanti pelatihan ini ada uji kompetensinya memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat sebagai pengemudi yang baik, karena nanti ada sertifikatnya," kata Yugi.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah berkata, pelatihan ini akan dilakukan setiap tahun. Pelatihan pengemudi ini akan diselaraskan dengan program OK Otrip yang digagas Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Jadi kita mau semua program OK Otrip semua armadanya dikendarai oleh pengemudi yang sudah bersertifikasi," kata Andri. (idn/hri)