Rapat koordinasi dilaksanakan di Kantor Gubernur Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Senin (19/2/2018). Hadir dalam rapat koordinasi ini, Plt Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim, BPBD Riau, perwakilan Korem 031 Wira Bima, perwakilan Polda Riau, Lanud Roesmin Nurjadi, PT Riau Andalan Pulp and Paper, PT Indah Kiat Pulp and Paper.
"Penetapan siaga darurat karhutla sebagai bentuk antisipasi agar kebakaran yang terjadi saat ini tidak semakin meluas," kata Kepala BPBD Riau Edwar Sanger kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini surat dipersiapkan untuk BNPB. Besok saya langsung membawa surat siaga darurat ke BNPB," kata Edwar.
Menurut Edwar, Satgas Karhutla juga dibentuk untuk menangani karhutla ini. Susunannya, Komandan Satgas Karhutla dipimpin Komandan Korem Wira Bima, Wakil Polda Riau, BPBD Riau, dan Komandan Satgas Udara, dan Komandan Lanud Roesmin Nurjadin.
"Penetapan siaga darurat ini terhitung 19 Februari dan berakhir pada 31 Mei," kata Edwar.
Edwar menambahkan pihaknya akan meminta bantua heli ke BNPB. Bantuan heli ini untuk melakukan water bombing, pemantauan udara, dan melakukan modifikasi cuaca (TMC).
"Siaga darurat ini kita tetapkan untuk mencegah agar kebakaran tidak semakin meluas. Dalam catatan kita ratusan hektare lahan di Riau terbakar," kata Edwar.
(cha/idh)











































