Riau Diselimuti Kabut Asap
Kamis, 23 Jun 2005 12:11 WIB
Pekanbaru - Seperti biasa, di musim kemarau, warga di sejumlah kabupaten di Riau melakukan pembukaan lahan dengan cara pembakaran. Akibatnya, kini Riau kembali diselimuti kabut asap. Telah ditemukan 80 titik api. Kepala Dinas Bapedalda Provinsi Riau, Khairul Zainal menyatakan hal itu saat ditemui detikcom, Kamis (23/06/2005) di ruang kerjanya, Jl. Thamrin, Gobah, Pekanbaru. Menurut Khairul, titik api yang ditemukan berdasarkan pantuan satelit NOAA, masing-masing ditemukan 48 titik api di Kabupaten Rokan Hilir, 20 titik api di Rokan Hulu, Bengkalis 8 dan di Kota Dumai 2 titik api. Diperkirakan jumlah titik api dalam tiga hari tekahir sudah mencapai 80 titik api."Kendati di kota Dumai hanya terdapat dua titik api, namun cakupan luas hutan yang terbakar lebih luas dibanding daerah lain. Kami telah telah menurunkan tim pemadam kebakaran ke lokasi tersebut," ujar Khairul. Khairul menjelaskan, dari pantuan satelit diketahui kebakaran hutan yang terjadi di Riau, sebagin besar berada di eks HPH yang tersebar di sejumlah kabupaten. Eks HPH itu diperkirakan satu tahun ini sudah ditinggalkan perusahaan dan statusnya kembali ke negara. "Karena statusnya HPH sudah tidak lagi dikelola perusahaan semestinya menjadi milik negara itu, justru dimanfaatkan warga untuk membuka lahan perladangan mereka. Di lokasi eks HPH itulah, berdasarkan pantauan satelit banyak ditemukan titik api," ujar Khairul.Untuk tidak memperluas kebakaran lahan dan hutan tersebut, lanjut Khairul, kini pihaknya telah menurunkan 6 tim yang masing-masing tim pemadam kebakaran berjumlah 10 sampai 12 orang. Dari tim pemadam kebakaran Provinsi Riau itu, 4 tim disebar ke Rokan Hilir, 2 tim ke Bengkalis dan Dumai."Masing-masing tim pemadam kebakaran itu kita lengkapi dengan dua mesin pompa air, pipa paralon dan sejumlah alat pendukung lainnya. Kita berharap tim ini bisa segara memadamkan api yang menjalar di kawasan hutan," kata Khairul.Menurut Khairul, lambatnya penangani penyebaran api di kawasan hutan itu juga tidak terlepas dari sibuknya masing-masing kabupaten dalam menyongsong Pilkada. Padahal semestinya, kebakaran hutan menjadi tanggung jawab utama masing-masing daerah.
(asy/)











































